Sri Mulyani Ramalkan Ekonomi Kuartal IV Indonesia, Masih Resesi?
Instagram/smindrawati
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2020 yang masih dibayangi pandemi COVID-19. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus terus bekerja ekstra untuk mengawasi kinerja keuangan Indonesia yang tengah goyah dihantam pandemi virus Corona. Sejatinya ketidakpastian kondisi perekonomian ini sendiri juga dialami negara-negara lain di seluruh penjuru dunia.

Dalam pernyataan terbarunya, Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air di Kuartal IV-2020. Dan seperti 2 kuartal sebelumnya, Indonesia kemungkinan masih mengalami minus tepatnya di kisaran 2,9 persen dengan proyeksi batas atas 0,9 persen.

Secara rinci, Sri Mulyani memperkirakan konsumsi rumah tangga Kuartal IV-2020 berada di kisaran minus 3,6% hingga minus 2,6%. Sedangkan untuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi minus 4,3% sampai minus 4%, konsumsi pemerintah minus 3,6%, ekspor di minus 2,6% hingga minus 0,6%, dan impor minus 18,3% sampai minus 15,5%.

Seperti kuartal sebelumnya, Indonesia masih terjebak di zona minus karena terdampak wabah COVID-19. Yang paling berpengaruh adalah sektor konsumsi rumah tangga yang melemah di periode Oktober sampai Desember 2020. Meski demikian, Sri Mulyani tetap memuji realisasi pertumbuhan ekonomi Kuartal IV masih lebih baik daripada periode-periode sebelumnya.


"Kuartal IV-2020 sedikit lebih baik dari Kuartal III-2020," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers virtualnya, Senin (21/12). "Namun belum bisa mencapai level positif karena langkah-langkah untuk menahan penyebaran COVID-19."

Sri Mulyani menyebut prediksi Kuartal IV-2020 sudah memperhitungkan kondisi ekonomi-sosial pada 2 pekan terakhir di Desember. Apalagi karena pemerintah baru saja mengambil kebijakan yang semakin "mematikan" periode libur akhir tahun.

"Di satu sisi ada harapan traveling. Namun karena kenaikan (kasus) COVID-19 yang terjadi beberapa langkah pengamanan akan jadi salah satu penahan momentum pemulihan Kuartal IV-2020," jelas Sri Mulyani, dilansir dari Kontan, Selasa (22/12).

Karena itulah, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2020 ada di rentang kisaran minus 2,2 persen hingga minus 1,7 persen. Meski demikian masih ada harapan kondisi perekonomian Indonesia bisa membaik pada 2021 bila pandemi COVID-19 bisa lebih dikendalikan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts