Dicap Pengkhianat, Pendukung Trump Desak Agar Mike Pence Digantung
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Fotografer kantor berita Reuters, Jim Bourg, mengaku mendengar seruan pendukung Presiden Donald Trump yang ingin menggantung Wakil Presiden AS Mike Pence ketika terjadi kerusuhan di Gedung Capitol, pekan lalu.

WowKeren - Sejumlah pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyerukan ingin menggantung Wakil Presiden AS Mike Pence ketika terjadi kerusuhan di Gedung Capitol, Washington D.C. Adalah fotografer kantor berita Reuters, Jim Bourg, yang mendengar teriakan pendukung Trump yang ingin menemukan Pence dan menggantungnya saat perstiwa itu terjadi.

"Itu adalah kalimat yang terus diulangi. Ada banyak juga yang berbicara tentang bagaimana wakil presiden harus dieksekusi,” tulis Bourg melalui akun Twitternya. Menurut CNN, saat itu, Pence dan keluarganya mendengar massa yang marah dan berteriak "di mana Mike Pence".

Seperti yang diketahui, kerusuhan tersebut meletus pekan lalu ketika Kongres AS menghitung suara elektoral hasil pemilu AS dan selanjutnya mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS. Massa pendukung Trump melanggar penghalang di Gedung Capitol, masuk ke dalam gedung, dan menggeledah kantor anggota Kongres AS.

Dilansir dari Business Insider, aparat keamanan lantas berusaha sekuat tenaga menghalangi para perusuh dan megevakuasi anggota Kongres AS dan Pence. Situasi dalam kerusuhan tersebut cukup mencekam, sejumlah staf Gedung Putih mencoba berlindung di dalam kantor.


Kerusuhan tersebut mengakibatkan lima orang tewas. Salah satunya adalah seorang wanita yang tewas setelah tertembak. Seorang petugas Kepolisian Capitol juga tewas karena dipukul hingga tewas oleh para pendukung presiden, sedangkan tiga orang lainnya meninggal karena keadaan darurat medis.

Sebelum kerusuhan pecah, Trump menyampaikan pidatonya di Gedung Putih dan menyerukan para pendukungnya menuju Gedung Capitol untuk membatalkan Kongres AS mengesahkan hasil pemilu. "Mike Pence harus datang untuk kita. Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang menyedihkan bagi negara kita,” kata Trump di Gedung Putih dalam pidatonya.

Sementara itu, akibat dari kerusuhan yang terjadi di Capitol, Pence memutuskan untuk "berpisah jalan" dengan Trump. Keputusan ini diambil setelah Trump mendesak Pence untuk menolak hasil penghitungan suara. Dalam pernyataan tertulisnya, Pence menegaskan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memenuhi permintaan Trump, termasuk mengubah hasil Pilpres.

"Saya memutuskan bahwa saya harus mendukung dan melindungi Konstitusi yang berlaku, mencegah saya untuk menentukan suara elektoral mana yang bisa dihitung dan tidak," ungkap Pence pada Rabu (6/1) waktu setempat. "Jadi Tuhan tolong saya."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts