YouTube Perpanjang Suspend Kanal Donald Trump Jelang Pelantikan Biden
Getty Images
Dunia
Pelantikan Presiden AS 2021

Penangguhan kanal YouTube Trump dimulai pasca kerusuhan massa pendukungnya di Capitol pada awal Januari 2021 lalu. Perpanjangan penangguhan ini dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden.

WowKeren - YouTube memperpanjang penangguhan alias suspend terhadap kanal Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk sepekan ke depannya. Seharusnya, penangguhan kanal YouTube Trump telah dicabut pada Selasa (19/1) kemarin.

Dengan demikian, kanal YouTube tersebut masih bisa diakses meski Trump tidak bisa mengunggah konten baru. Melansir Daily Mail, perpanjangan penangguhan ini dilakukan demi keamanan pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2021.

"Mengingat kekhawatiran tentang potensi kekerasan yang berlangsung, saluran Donald Trump akan dicegah mengunggah video baru atau live streaming selama minimal 7 hari," demikian kutipan pernyataan YouTube dilansir AFP. Kolom komentar di kanal YouTube tersebut juga akan terus dinon-aktifkan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Diketahui, kanal YouTube "Donald J Trump" memiliki 2,79 juta subscribers dan biasanya mengunggah beberapa video dalam sehari. Konten yang diunggah biasanya berisi pesan dari Trump atau cuplikan media massa.


Penangguhan kanal YouTube Trump dimulai pasca kerusuhan massa pendukungnya di Capitol pada awal Januari 2021 lalu. Perpanjangan penangguhan ini dilakukan menjelang pelantikan Biden, di saat seluruh penegak hukum dan perusahaan media sosial sama-sama bersiap menghadapi potensi kekerasan terorganisir lebih lanjut.

Di sisi lain, Twitter justru telah menutup akun milik Trump secara permanen. Menurut CEO Twitter Jack Dorsey, hal tersebut diyakini merupakan keputusan yang sangat tepat.

Dorsey juga menyoroti bagaimana perusahaan media sosial mencoba untuk menyeimbangkan kepentingan yang berbeda, saat mereka menghadapi pengawasan yang cermat terhadap konten ofensif. "Kami menghadapi keadaan yang luar biasa dan tidak dapat dipertahankan, memaksa kami untuk memfokuskan semua kebijakan untuk keselamatan publik. Kerusakan yang terjadi secara nyata mendorong kebijakan dan penegakan kami di dunia maya," cuit Dorsey.

Dalam utasnya, Dorsey mengatakan bahwa keadaan luar biasa tersebut tidak bisa dipertahankan, setelah Trump menghasut kerusuhan di US Capitol Jumat pekan lalu. Sebagaimana diketahui, massa pendukung Trump menyerbu Capitol Hill dan menyebabkan kerusuhan pada 6 Januari 2021 lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts