Taylor Swift Dituntut Oleh Taman Hiburan Atas Pelanggaran Merek Dagang Terkait Album 'Evermore'
Musik

Taman hiburan fantasi di Utah telah menuntut Taylor Swift. Pihak taman hiburan itu mengklaim bahwa pihak Swift telah melanggar merek dagang 'Evermore' ketika penyanyi itu merilis album terbarunya dengan judul yang sama.

WowKeren - Penggemar baru-baru ini dikejutkan dengan sebuah laporan bahwa taman hiburan fantasi di Utah telah menuntut Taylor Swift. Pihak taman hiburan itu mengklaim bahwa pihak Swift telah melanggar merek dagang "Evermore" ketika dia merilis album terbarunya dengan judul yang sama pada bulan Desember.

Taman Evermore di Pleasant Grove, Utah, adalah taman hiburan dengan pengalaman mendalam yang dibuka pada tahun 2018. Di taman ini, para pemain memerankan karakter untuk menciptakan dunia fantasi interaktif. Sejak 2015, sudah ada berbagai merek dagang untuk merek "Evermore" yang meliputi pakaian, layanan taman, dan layanan hiburan termasuk pertunjukan visual dan audio langsung oleh seorang aktor.

Menurut dokumen pengadilan yang dilansir dari Pitchfork, gugatan tersebut meminta ganti rugi jutaan Dollar, ditambah semua biaya hukum. Pihak taman hiburan menuduh bahwa album Swift itu telah menyebabkan tamu bingung dan berdampak negatif pada penelusuran taman hiburan di Google. Penggugat juga menyatakan bahwa album Swift melanggar desain merchandise taman hiburan dan sampul album untuk soundtrack asli mereka.

Gugatan itu diajukan pada 2 Februari di Pengadilan Distrik AS di Utah. Pihak penggugat mengklaim bahwa setelah pengumuman rilis album “Evermore” (yang terjadi pada 10 Desember 2020), direktur taman hiburan menyebut bahwa para tamu mulai bertanya "apakah Album ‘Evermore’ adalah hasil kolaborasi antara Evermore dan Taylor Swift atau beberapa jenis hubungan lainnya"


Gugatan tersebut juga mencakup foto-foto barang dagangan taman hiburan, yang merek dagangnya diduga telah dilanggar oleh Swift. Tim Swift sendiri membantah tuduhan itu dalam surat yang diajukan ke pengadilan dan menyebut gugatan itu sebagai "tidak berdasar."

"Sederhananya, Pihak Swift tidak melanggar merek dagang klien Anda," bunyi surat itu. “Tidak terbayangkan bahwa ada kemungkinan kebingungan antara taman hiburan klien Anda dan produk terkait serta musik Ms. Swift dan produk terkait.”

Surat itu juga menunjukkan bahwa penjualan barang-barang di Evermore Park seperti "telur naga kecil, guild patches, dan tunggangan naga kecil" tidak serupa dengan produk yang dijual di situs web Swift. Tim Swift juga menolak permintaan Evermore Park agar mereka berhenti dari penggunaan merek dagang Evermore. Dalam sebuah pernyataan kepada Pitchfork, juru bicara Swift menambahkan sebagai berikut.

“Faktanya adalah, klaim sembrono ini datang dari Ken Bretschneider, pendiri dan CEO taman pengalaman dan menurut Utah Business, ‘Pada Juni 2020, setidaknya lima tuntutan hukum telah diajukan terhadap Bretschneider dan grup Evermore oleh perusahaan konstruksi besar seperti Sunroc, AGC Drywall and Construction, Geneva Rock, Mountain Point Landscaping, EME Mechanical, Kreativ Woodworks, dan NFH Distributing (Beehive Brick and Stone)'," ungkapnya.

"Perusahaan mengklaim ‘mereka berutang antara 28.000 Dollar dan 400.000 Dollar. Utah Business berkata, ‘dia berhutang jutaan dolar untuk biaya konstruksi, mekanik, dan pertamanan kepada pekerja di seluruh lembah yang belum dibayar’ dengan ‘kumpulan lebih dari 20 hak gadai konstruksi di properti Evermore’. Maksud sebenarnya dari gugatan ini harus jelas,” lanjut pihak Swift.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts