Bisa Nempel di Baju, Mesin Cuci Rupanya Tak Efektif Hilangkan Virus Corona
Pixabay
Health
Pandemi Virus Corona

Sebuah studi dari peneliti De Montfort University (DMU) di Leicester meneliti bagaimana reaksi virus corona tersebut terhadap bahan kain yang biasa digunakan untuk seragam tenaga kesehatan.

WowKeren - Virus corona (SARS-CoV-2) penyebab COVID-19 memiliki kemampuan untuk bertahan cukup lama pada beberapa jenis bahan pakaian. Para peneliti menyebutkan jika proses pencucian baju biasa yang menggunakan suhu tinggi dinilai tak dapat menghilangkan virus dari seragam tenaga kesehatan (nakes) yang terkontaminasi.

Dalam studi dari peneliti De Montfort University (DMU) di Leicester mengungkap bagaimana reaksi virus corona tersebut terhadap bahan kain yang biasa digunakan untuk seragam tenaga kesehatan. "Ketika pandemi baru terjadi hanya ada sedikit yang diketahui mengenai berapa lama virus corona bisa bertahan pada kain," jelas Kepala Infectious Disease Research Group di DMU Dr Katie Laird, dikutip dari Cosmopolitan, Jumat (26/2).

Ada tiga jenis kain yang paling sering digunakan untuk membuat seragam tenaga kesehatan. Ketiga jenis kain tersebut adalah polyester, polycotton, dan 100 persen katun. "Temuan kami menunjukkan bahwa tiga jenis kain yang paling umum digunakan di layanan kesehatan memiliki risiko transmisi virus tersebut," ujar Dr Laird.

Menurut studi ini, SARS-CoV-2 bisa bertahan paling lama pada jenis kain polyester. Pada jenis kain tersebut virus corona bisa bertahan hingga tiga hari.


Sebaliknya, virus tersebut diketahui hanya bisa bertahan paling lama enam jam pada jenis kain polycotton. Sedangkan pada bahan 100 persen katun, SARS-CoV-2 dapat bertahan selama 24 jam.

Tim peneliti menambahkan, virus-virus yang menempel pada ketiga jenis kain pakaian ini bisa menyebar ke permukaan benda lain. Oleh karena itu, penting bagi para tenaga kesehatan untuk mencuci dan membersihkan seragam mereka sesuai dengan standar rumah sakit.

Apabila seorang perawat atau nakes pulang ke rumah dengan tetap menggunakan seragam mereka, ada kemungkinan mereka akan meninggalkan jejak-jejak virus corona di permukaan benda-benda lain yang ada di rumah. "Setelah kami menentukan tingkat ketahanan virus corona pada tiap jenis kain, kami mengalihkan perhatian untuk mengetahui cara mencuci paling dapat diandalkan untuk menghilangkan virus (dari kain)," tutur Dr Laird.

Mencuci seragam tenaga kesehatan dengan mesin cuci rumahan tidak akan menghilangkan virus, meski proses tersebut menggunakan suhu yang tinggi. Dr Laird mengatakan metode tersebut tidak menghilangkan risiko bahwa baju yang sudah terkontaminasi bisa meninggalkan jejak virus corona pada benda lain di rumah atau kendaraan yang digunakan. "Penelitian ini menguatkan rekomendasi saya bahwa semua seragam tenaga kesehatan perlu dicuci di rumah sakit atau di laundry industri," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts