Vaksin Corona AstraZeneca Mendarat di Indonesia, Ampuh Lawan Varian B117?
Unsplash/Hakan Nural
Health
Vaksin COVID-19

Lantas, apakah vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan AstraZeneca ini ampuh menghadapi varian baru virus corona B117 yang telah dilaporkan masuk ke Indonesia?

WowKeren - Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca mendarat di Indonesia pada Senin (8/3) sore ini. Lantas, apakah vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan AstraZeneca ini ampuh menghadapi varian baru virus corona B117 yang telah dilaporkan masuk ke Indonesia?

Menurut data terbaru, vaksin AstraZeneca ini dilaporkan tahan terhadap varian B117 yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Melansir Fox News, vaksin yang juga dikenal sebagai ChAdOx1 nCov-19 ini turut memberikan perlindungan terhadap B117 yang serupa jika dibandingkan dengan jenis lain.

Temuan tersebut dirilis di "Preprints with The Lancet" menjelang tinjaua sejawat atau peer review. Penelitian ini membandingkan kemanjuran vaksin di antara beberapa strain yang ada.

"Data dari uji coba kami terhadap vaksin ChAdOx1 di Inggris menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak hanya melindungi dari virus pandemi asli tetapi juga melindungi dari varian baru, B117, yang menyebabkan lonjakan penyakit di seluruh Inggris mulai akhir tahun 2020," tutur Direktur Grup Vaksin Oxford, Prof Andrew Pollard.


Para peneliti menemukan bahwa vaksin AstraZeneca memberikan perlindungan kepada strain B117 sebesar sekitar 75 persen. Angka tersebut berbeda tipis dengan kemanjuran AstraZeneca terjadap strain sebelumnya yang mencapai 84 persen.

Temuan ini berasal dari setidaknya 1.500 tes swab hidung/tenggorokan dari 499 peserta uji coba dalam studi Fase I / II. Dalam periode 1 Oktober 2020 hingga 14 Januari 2021.

"Khasiat ChAdOx1 nCoV-19 terhadap varian B117 dari SARS-CoV-2 serupa dengan kemanjuran vaksin terhadap garis keturunan lain," tulis penelitian tersebut. "Lebih lanjut, vaksinasi dengan ChAdOx1 nCoV-19 menghasilkan pengurangan durasi pelepasan dan viral load, yang dapat diterjemahkan ke dalam dampak material pada penularan penyakit."

Sementara itu, ilmuwan Inggris memperkirakan bahwa varian B117 dapat menyebar 50 persen hingga 70 persen lebih mudah dari orang ke orang. Adapun vaksin AstraZeneca sendiri telah disetujui untuk digunakan di Inggris.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts