Ternyata Ini Penyebab Dadang Subur 'Dewa Kipas' Kalah Telak Dari WGM Irene Kharisma?
YouTube/Deddy Corbuzier
SerbaSerbi

'Dewa Kipas' menjadi sorotan usai perkara akunnya yang di-banned di sebuah situs permainan catur daring hingga kekalahan telaknya saat berduel dengan WGM Irene Kharisma Sukandar.

WowKeren - Olahraga catur tengah menjadi sorotan usai nama Dadang Subur "Dewa Kipas" mencuat. Akunnya diketahui di-banned dari chess.com karena dianggap curang usai mengalahkan GothamChess, hingga baru-baru ini kalah telak 0-3 ketika melawan Woman Grand Master Irene Kharisma Sukandar.

Aksinya yang ditayangkan langsung di YouTube Deddy Corbuzier ini pun menjadikannya sorotan lebih luas. Dan belum lama ini, Dadang pun mengungkap suatu fakta, yakni dirinya yang ternyata tak terbiasa bermain catur cepat 10 menit hingga sudah lama tidak bermain olahraga tersebut.

"Saya sudah berhenti main catur hampir 10 tahun, beli papan caturnya pun baru tiga hari yang lalu," ungkap Dadang kepada Kumparan, dilansir pada Selasa (24/3). "Kisah ini benar-benar unik. Pas saya sudah berhenti, malah ramai lagi, jadi mungkin ini karena Allah."

Dalam kesempatan itu, Dadang sang Dewa Kipas yang berhasil meraup Rp100 juta dari duel caturnya kemarin bersama WGM Irene mengaku sudah menjalin komunikasi dengan GothamChess, terlepas dari viralnya masalah di antara mereka. Ia pun mengaku sudah tak lagi ada masalah di antara keduanya.


"Dia tidak menyinggung, saya dengan GothamChess, melalui anak saya, bahkan sudah ngobrol lama. Bahkan dari sebelum Pak Deddy, dia kan sangat santun, sangat bijak. Sudah tidak ada masalah," paparnya.

"Saya ingin kondisi kita kondusif, karena kita dengan Amerika Serikat (GothamChess) kondusif, tidak ada masalah," sambungnya. "Elite-elite catur juga tidak ada masalah, sudah kembali ke semula."

Kendati demikian, Dadang berharap agar masalah Dewa Kipas ini dianggap bak angin lalu saja. "Cari positifnya saja, jangan mengungkit yang negatif. Lihat positifnya, jangan negatifnya melulu yang dicari," tegasnya.

Dalam pandangan Dadang, ada banyak sisi positif yang bisa diambil. Untuk dirinya sendiri misal, adalah sebagai sumber rezeki tak terduga. "Coba saya tidak main dengan Mbak Irene, tidak ada rezeki, itu rezeki. Kalau lomba, tidak ada hadiah besar," katanya.

"Dan, allhamdulillah percaturan Indonesia semakin tambah berkembang, tambah ramai," imbuhnya. "Yang tadinya sudah mati, sekarang sudah bangkit lagi. Itu yang saya inginkan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts