Meski pandemi COVID-19 belum teratasi, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak memakai masker. Menyikapi hal ini, Joko Anwar menyindir keras pihak yang tidak menaati prokes.
- Wahyu
- Senin, 26 April 2021 - 16:12 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 kian mencekam, apa lagi setelah terjadi ledakan angka pasien positif di India. Di sisi lain, kasus aktif COVID-19 juga belum surut di Indonesia.
Melalui unggahan InstaStory-nya, Joko Anwar menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi COVID-19 di Tanah Air. Tak hanya itu, sutradara "Pengabdi Setan" itu memberikan sindiran keras bagi siapa saja yang mengunggah foto tanpa masker.
"Tolonglah kurang-kurangi foto-foto di sosmed. Rame-rame tanpa masker. Karena bikin orang mikir pandemi udah selesai. Belum. Masih jauh," tulis Joko. "Tolonglah sekali pun kalian nggak percaya COVID-19 itu bahaya, atau ada. Tolonglah."
Kata-kata itu disematkan Joko di InstaStory. Bersamaan dengan pemikirannya, Joko menautkan video situasi COVID-19 di India yang memburuk.
"Kalian butuh nongkrong, fine (baik). Nongkrong lah. Kalian butuh suting, fine. Kalian butuh olahraga, fine. Olah raga lah. Kalian butuh isep-isepan virus. Fine. Isep-isepan lah," lanjutnya berapi-api.
"Tapi foto tanpa masker, nggak. Jaga jarak rame-rame, nggak harus, kan? Apa kebutuhannnya? Apa?" tanya aktor film "Ave Maryam" itu.
Tak hanya menyindir masyarakat yang tak patuh, sutradara kelahiran Medan itu juga menyenggol para publik figur yang terang-terangan mengunggah foto dan video tanpa masker. Karena pada InstaStory-nya, ia menyebutkan kegiatan syuting yang menjadi bagian hidup dari para artis.
Selanjutnya Joko mengajak netizen untuk berandai-andai jika ada sebuah film tentang pandemi beserta karakter-karakternya. Kemudian ia menyebutkan hubungan antarkarakter yang saling mendukung, akan tetapi dirusak oleh orang yang tidak taat prokes.
"Para ahli sains yang nyoba cari obat dan bikin vaksin. Para pekerja garda depan termasuk tim medis. Pengantar makanan yang bikin hidup orang terus berjalan," ujarnya. "Orang-orang yang posting video di sosmed nongkrong, olah raga, suting, etc, nggak ikuti protokol kesehatan seolah nggak ada pandemi. Bayangin, mana yang lebih nyebelin?"
Menurut Joko, orang yang tidak menaati protokol kesehatan adalah yang paling menyebalkan. Karena mereka lah angka persebaran COVID-19 tak segera melandai. Kemudian sebagai bentuk kekhawatiran, ia mengunggah tangkapan layar sebuah berita yang menyebutkan kasus COVID-19 di Jakarta akan menyamai India.
(wk/wahy)