Khawatir Varian B1617 Masuk Negaranya, Taiwan Larang Kedatangan Dari India
Dunia
Pandemi Virus Corona

Varian baru B1617 dari India saat ini sangat meresahkan bagi negara di dunia. Sejumlah negara telah menerapkan kebijakan larangan kedatangan warga India untuk mencegah penularan virus COVID-19, termasuk Taiwan.

WowKeren - Varian COVID-19 B1617 yang berasal dari India diketahui telah memasuki sejumlah negara di dunia, salah satunya Indonesia. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi varian tersebut telah memasuki Indonesia.

Bersamaan dengan masuknya varian B1617 ke Indonesia, Taiwan menerapkan kebijakan larangan kedatangan dari India. Hal itu dilakukannya untuk mencegah virus tersebut masuk ke Taiwan.

Melansir Reuters, pemerintah Taiwan menyatakan bahwa selain warga negara mereka, semua orang yang pernah berkunjung ke India dalam kurun waktu 14 hari belakangan, dilarang masuk ke Taiwan. Sementara untuk warganya yang memiliki riwayat berkunjung ke India, diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di fasilitas karantina milik pemerintah.

Kebijakan Taiwan tersebut ditetapkan beberapa hari setelah Australia mengeluarkan peraturan yang serupa. Dengan begitu, Taiwan menambah jumlah negara yang melarang kedatangan India.


Australia menerapkan larangan kedatangan dari India dengan sangat ketat, hingga mengancam bakal menjatuhkan denda dan hukuman penjara bagi pendatang dari India yang nekat masuk ke negaranya. Sementara itu, Indonesia juga telah menetapkan melarang kedatangan warga negara India pasca ditemukan varian virus COVID-19 itu.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa salah satu faktor utama peningkatan drastis kasus di India adalah kemunculan varian baru COVID-19 B1617. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian yang pertama kali ditemukan di India tersebut telah menyebar ke 17 negara lain.

Hingga saat ini, WHO masih memasukkan varian B1617 ke dalam kategori Variant of Interest (VOI) atau klasifikasi mutasi yang terbukti menyebabkan penularan pada banyak kasus dan klaster di berbagai belahan dunia. VOI dapat berubah menjadi Variant of Concern (VOC), jika mutasi terbukti memiliki tingkat penularan dan keparahan lebih tinggi.

Apabila sudah dinyatakan sebagai VOC, menandakan varian baru COVID-19 itu lebih berbahaya karena dapat lebih menular, mematikan dan yang lebih parah menembus pertahanan vaksin. Hal tersebut akan menjadi ancaman pada mekanisme penanganan kesehatan saat ini.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts