Tiongkok Luncurkan Kru Astronot Pertama yang Akan Tinggal di Stasiun Luar Angkasa Baru
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Ketiga astronot tersebut dijadwalkan untuk tinggal selama tiga bulan di stasiun luar angkasa Tianhe dan melakukan eksperimen serta menguji peralatan di sana.

WowKeren - Tiongkok meluncurkan misi luar angkasa berawak pertamanya dalam lima tahun terakhir pada Kamis (17/6) hari ini. Tiga pilot militer yang berpikiran ilmiah diperkirakan akan mencapai stasiun luar angkasa baru dalam waktu sekitar tengah hari.

Para astronot tersebut menumpangi pesawat luar angkasa Shenzhou-12 yang diluncurkan oleh roket Long March-2F Y12 di pusat peluncuran Jiuquan di barat laut Tiongkok. Ketiganya tampak melambaikan tangan ke kerumunan orang yang mengibarkan bendera Tiongkok sembari memasuki lift yang membawa mereka ke pesawat luar angkasa tersebut.

Ketiga astronot tersebut dijadwalkan untuk tinggal selama tiga bulan di stasiun luar angkasa Tianhe dan melakukan eksperimen serta menguji peralatan. Mereka juga akan mempersiapkan stasiun sebelum Tiongkok meluncurkan dua modul laboratorium tahun depan.

Gao Xu selaku Wakil Kepala Perancang Misi Luar Angkasa tersebut mengungkapkan bahwa banyak penyesuaian yang perlu dilakukan selama empat ke enam jam ke depan untuk mengatur pesawat agar dapat berlabuh di Tianhe sekitar pukul 4 sore. Menurut Gao Xu, waktu perjalanan misi luar angkasa kali ini lebih sedikit dibanding waktu perjalanan sebelumnya yang mencapai dua hari berkat "banyaknya terobosan dan inovasi".


"Jadi para astronot dapat beristirahat dengan baik di luar angkasa yang seharusnya membuat mereka tidak terlalu lelah," tutur Gao Xu kepada media CCTV.

Salah satu perbaikan dalam misi kali ini adalah peningkatan jumlah sistem otomatis dan kendali jarak jauh. Gao Xu menilai perbaikan tersebut seharusnya "secara signifikan mengurangi tekanan pada para astronot".

Misi kali ini membuat total jumlah astronot yang telah diluncurkan Tiongkok ke luar angkasa mencapai 14 orang. Sebagai informasi, Tiongkok pertama kali melakukan misi luar angkasa berawaknya pada tahun 2003 silam dan menjadi negara ketiga setelah Uni Soviet dan Amerika Serikat yang melakukannya.

Dua di antara 14 astronot yang telah dikirimkan Tiongkok adalah wanita. Meski misi ke stasiun Tianhe kali ini hanya diikuti astronot pria, diharapkan ke depannya ada wanita yang turut menjadi kru.

Sebelumnya, Tiongkok sempat dikritik karena roket yang membawa Tianhe ke luar angkasa bergerak tak terkontrol ke arah bumi. Pecahan roket tersebut akhirnya jatuh di Samudera Hindia dekat Kepulauan Maldives alias Maladewa pada Mei 2021 lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts