Jerinx SID membagikan video kala Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mengiklankan alat swab antigen. Mengiringi unggahannya, Jerinx pun membahas beberapa hal berikut ini!
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 28 Juni 2021 - 09:25 WIB
WowKeren - Jerinx SID lagi-lagi menyoal berbagai artis tanah air yang dirasanya turut serta dalam ‘konpirasi’ membesar-besarkan COVID-19. Lantas kini, giliran pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan sindiran dari pentolan band Superman Is Dead itu.
Melalui unggahannya di Instagram, Jerinx membagikan video saat Raffi dan Nagita mengiklankan salah satu produk alat antigen. “Mas & Mbak di video ini bukannya kaya raya banget ya? Sorry sorry, ternyata gue halu, enggak mungkinlah ya pasangan kaya ini mau nerima endorse c19 yang nilai kontraknya cuma puluhan juta,” tulis Jerinx mengawali ulasan pada postingannya, Minggu (27/6).
“Duit segitu mah kagak ada artinya bagi pasangan idola gw ini. Gw yakin mereka ini melakukannya gratisan 🤣,” sindirnya. "#YangKayaRayaAjaMauApalagiYangKepepet #Endorsnesia."
Lebih lanjut, suami Nora Alexandra ini kemudian mengurai persoalannya versus beberapa selebriti belakangan ini, mulai dari Bunga Citra Lestari. “Saya “nyenggol” s3lb yang serampangan deklarasi kena c19 tepat setelah dia liburan ke Bali-langsung jadi headline di media mainstream & akun-akun gossip berfollowers jumbo. Framing nya: JRX baru aja bebas sudah berulah,” tulisnya.
Selain itu Jerinx juga menyayangkan headline berita yang ditulis ketika ia membuat gerakan #BoikotSelebKacxngMasukBali agar wacana dibukanya pariwisata internasional tak dibatalkan lagi dengan alasan “lonjakan kasus”. “Framingnya: JRX baru aja bebas sudah berulah,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Jerinx juga membahas soal kritikannya pada Najwa Shihab yang menurutnya sudah disampaikan dengan sopan. “NZ enggak merespon sama sekali-tidak ada media mainstream/akun gossip berfollowers jumbo yang menyiarkan,” tuturnya.
“Menurutmu ini semua (masih) “kebetulan” atau memang ada kekuatan tak terlihat yang mengatur konten apa saja yang boleh dan tidak boleh disuarakan oleh media-media besar?” tandasnya.
(wk/lail)