Olimpiade Tokyo Diganggu Badai Tropis yang Mendekati Jepang
Instagram/olympics
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Katsunobu Kato selaku Juru Bicara Pemerintah Jepang mengatakan bahwa badai tersebut bergerak sangat lambat dan telah menghasilkan angin kencang dan laut yang ganas di sebagian besar pantai timur laut.

WowKeren - Badai tropis yang bergejolak menuju Jepang pada Selasa (27/7) hari ini dan mengganggu sejumlah event Olimpiade Tokyo dengan hujan dan angin kencang. Pihak penyelenggara pun harus menjadwalkan ulang event dayung dan panahan karena khawatir akan adanya angin kencang dari Badai Tropis Nepartak yang menghasilkan kecepatan hingga 108 kilometer per jam.

Badai tersebut saat ini berada sekitar 190 kilometer timur kota Choshi. Awalnya, badai tersebut bergerak menuju Tokyo namun telah bergeser ke utara dan sekarang diperkirakan akan mendarat di sekitar wilayah Miyagi besok pagi.

Adapun wilayah Miyagi dan Ibaraki turut menjadi tuan rumah beberapa event Olimpiade. Namun pihak penyelenggara menyatakan mereka tidak akan terpengaruh oleh badai tersebut.

"Pertandingan di Miyagi dan Ibaraki akan dilaksanakan sesuai jadwal. Kami berharap penonton juga datang menonton," tutur Juru Bicara Tokyo 2020, Masa Takaya, kepada awak media.


Angin dan hujan yang dibawa badai tersebut ke beberapa bagian pantai timur Jepang membuat event triathlon wanita di Tokyo lebih menantang. Event tersebut bahkan sempat terlambat sekitar 15 menit karena cuaca dan jalan yang basah membuat beberapa atlet tergelincir di bagian bersepeda.

Meski demikian, badai tersebut rupanya membawa kondisi yang lebih baik di event tertentu. Kompetisi selancar di Chiba misalnya, mengambil kesempatan atas ombak yang dibawa badai tersebut.

Pihak penyelenggara memutuskan untuk menggabungkan perempat final, semi-final, dan acara medali dari kompetisi selancar putra dan putri pada Selasa untuk memanfaatkan ombak tersebut. Pada Senin kemarin, kompetisi selancar sempat ditunda karena air surut.

Di sisi lain, Katsunobu Kato selaku Juru Bicara Pemerintah Jepang mengatakan bahwa badai tersebut bergerak sangat lambat dan telah menghasilkan angin kencang dan laut yang ganas di sebagian besar pantai timur laut. Ia memperingatkan "hujan lebat sampai besok" di daerah sekitar Tokyo, serta wilayah Tohoku di timur laut dan wilayah Hokuriku di barat laut.

Oleh sebab itu, Kato meminta masyarakat untuk "memperhatikan informasi terbaru tentang cuaca dan perintah evakuasi". Adapun perintah evakuasi non-wajib telah dikeluarkan di sekitar kota Atami, dimana hujan lebat telah memicu tanah longsor awal bulan ini dan menewaskan 21 orang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts