Diminta Pengadilan Bayar Rp 2 Miliar Per Bulan Untuk Eks Suami, Begini Tanggapan Kelly Clarkson
Instagram/kellyclarkson
Selebriti

Terungkap kondisi dan tanggapan Kelly Clarkson usai diminta pengadilan membayar sang mantan suami, Brandon Blackstock, sebanyak Rp 2 miliar setiap bulannya.

WowKeren - Musisi cantik Hollywood Kelly Clarkson diketahui memang tengah bergelut dengan kasus perceraiannya bersama sang mantan suami, Brandon Blackstock. Meski sudah resmi bercerai, perselisihan properti serta hak asuh anak antara Kelly dan Brandon masih menjadi pertimbangan pengadilan.

Kelly pun belum lama ini menerima putusan pengadilan yang memintanya untuk membayar sang mantan suami sebanyak 200.000 dolar Amerika atau setara dengan Rp 2 miliar sebagai syarat perceraian. Yang mana, Kelly diminta untuk membayarkannya setiap satu bulan sekali.

Belum lama ini pun terungkap tanggapan serta kondisi Kelly usai diberi keputusan tersebut oleh pengadilan. Sayangnya, orang terdekat menyebut keadaan Kelly tak cukup baik.

Kelly disebut tengah bergulat dengan emosi yang biasa dirasakan seorang wanita yang baru saja bercerai. Yang mana, Kelly dikabarkan tengah sedih, marah, kaget serta sakit hati atas hasil dari perceraiannya dengan Brandon.


"Kelly menghadapi semua emosi yang biasa dihadapi seseorang terkait perceraiannya," terang sumber terdekat Kelly kepada Hollywood Life. "Dia sedih, marah, kaget, dan setiap emosi yang bisa dirasakan seseorang, dia pernah merasakannya."

Kelly dikabarkan juga kesal saat tahu harus membiayai sang mantan suami sebanyak Rp 2 miliar setiap bulannya. Menurut Kelly, ia terlalu menghabiskan banyak uang untuk mendukung pekerjaan serta kegiatan sang mantan suami.

Pasalnya, Kelly mencoba menyibukan dirinya sendiri agar tak teringat sang mantan suami. Namun, keputusan hakim membuatnya harus terus menerus berurusan dengan Brandon.

"Dia pikir itu gila karena dia harus menghabiskan begitu banyak uang untuk mendukungnya," tambah sumber terdekat Kelly. "Pekerjaannya membuatnya sibuk dan jauh darinya untuk jangka waktu tertentu dalam sehari, tetapi itu selalu ada di benaknya dan itu jelas menjengkelkan."

"Dia tidak pernah ingin itu menjadi buruk, tidak pernah ingin itu menjadi hal yang harus dia tangani untuk waktu yang lama," pungkasnya. "Tetapi sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts