Penggambaran Realistis 'D.P.' Bikin Pria Korea Kenang Masa Kelam Saat Jalani Wamil
Netflix
TV

Penyelewengan militer Korea Selatan yang digambarkan dalam serial Netflix 'D.P.' menuai sorotan dari banyak pihak, termasuk para pria Korea yang telah menjalani wajib militer (wamil).

WowKeren - Serial Netflix Korea "D.P." menjadi sorotan usai dirilis pada 27 Agustus lalu. Pasalnya, serial yang dibintangi Jung Hae In ini menampilkan sejumlah sisi gelap wajib militer (wamil) di Korea Selatan.

"D.P." sendiri merupakan singkatan dari Deserter Pursuit. Diadaptasi dari webtoon populer berjudul serupa, drama ini bercerita tentang pasukan militer khusus yang dikirim untuk menangkap para tentara wamil yang kabur.

Ada beberapa alasan mengapa para desertir kabur saat menjalankan wamil. Salah satunya karena tak tahan menjadi korban perundungan secara verbal maupun fisik.

Penggambaran realistis "D.P." turut disorot oleh sejumlah media, termasuk NME dan Channel A. NME mengklaim bahwa sisi gelap yang dihadirkan oleh "D.P." sama sekali tidak berlebihan, sebab itulah realita yang ada di lapangan.

NME mengklaim, "Dari pemukulan brutal hingga penyerangan seskual dan penghinaan yang tidak manusiawi, penggambaran fiktif tentang perpeloncoan ini sayangnya jauh dari berlebihan. Lihat saja artikel berita tentang intimidasi di militer Korea Selatan."

NME memang benar. Pada tahun 2020 saja, 946 kasus kekerasan dan pelecehan di militer Korea telah dilaporkan. Bahkan sebenarnya masih ada banyak kasus yang tidak dilaporkan.

NME melanjutkan, "'D.P.' juga melakukan pekerjaan yang hebat tapi membingungkan saat menggambarkan apa yang terjadi pada kesempatan langka ketika kasus-kasus ini terungkap."

"Paling-paling mereka diabaikan oleh atasan yang tidak berperasaan yang telah menormalkan perilaku semacam ini dan meratapi kelembutan generasi baru, atau paling buruk mereka langsung ditutup-tutupi oleh pejabat senior yang lebih peduli pada skandal yang bisa mempengaruhi promosi mereka," lanjut NME.


Di sisi lain, Channel A melaporkan wawancara dengan sejumlah pria Korea Selatan. Para pria tersebut mengatakan bahwa "D.P." telah mengingatkan mereka pada masa-masa kelam saat menjalani wamil.

Seorang pria berkata, "Serial itu mengingatkanku pada semua hal yang korup, tidak adil dan salah yang kualami secara pribadi saat menjalankan wajib militer di masa lalu."

Pria lain berkomentar, "Aku dulu memiliki atasan yang merisakku tanpa alasan. Aku bertanya-tanya di mana mereka sekarang dan apakah mereka baik-baik saja. (Serial ini) mengingatkanku pada mereka dan membuatku penasaran."

Sutradara "D.P." Han Jun Hee juga mengungkapkan fakta miris penyelewengan militer Korea dalam sebuah wawancara. Dia berbagi, "Hanya karena kita tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri (atau itu terjadi pada kita), bukan berarti insiden itu tidak nyata."

Di sisi lain, pensiunan tentara Korea menyebut cerita dalam "D.P." terlalu berlebihan. "Serial tersebut adalah kumpulan berlebihan dari insiden paling ekstrem yang mungkin terjadi 10-15 tahun lalu di pangkalan di mana 'budaya militer' berada pada kondisi terburuknya," jelas Chun In Bum, pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat Korsel.

Meski demikian, ada banyak pemirsa yang tidak yakin dengan komentar Chun In Bum. Sebab rata-rata tentara wamil dari tahun 2000-2020 menyatakan bahwa "Tidak ada yang berubah selama beberapa dekade: Militer Korea Selatan masih dipenuhi dengan masalah."

Karena itulah pria Korea lain yang berusia 20-an hingga 40-an yang telah menyelesaikan wamil membanjiri media sosial dengan berbagi pengalaman buruknya saat menjalani wamil. Bagaimana menurut kalian?

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts