'No Time To Die' Lolos Sensor di Tiongkok, Jadi Film James Bond Terpanjang Berdurasi Hampir 3 Jam
imdb/DANJAQ, LLC, MGM
Film

Tiongkok adalah salah satu pasar luar negeri terpenting untuk waralaba Bond, dan merupakan wilayah luar negeri dengan pendapatan kotor tertinggi untuk film terakhirnya, 'Spectre'.

WowKeren - Film baru yang akan datang "No Time To Die" telah mengantongi izin rilis di Tiongkok. Ini merupakan kabar baik bagi film yang dibintangi Daniel Craig tersebut mengingat box office Tiongkok selama ini memainkan peran besar untuk pendapatan global.

Meski begitu, masih belum ada tanggal rilis yang dikeluarkan. "No Time To Die" sendiri dikabarkan perlu meraup pendapatan besar mengingat anggaran yang dihabiskan juga boleh dibilang tidak sedikit.

Film ini awalnya dijadwalkan tayang di Amerika Utara pada 2 April, tetapi tanggal tersebut diundur menjadi 8 Oktober. Film ini akan mencapai pasar Eropa dan Asia termasuk Hong Kong dan Taiwan, bahkan lebih awal, antara 29 September dan 1 Oktober.


Rilis serentak di Tiongkok tidak mungkin dilakukan, karena semua tanggal tersebut jatuh tepat di tengah-tengah liburan Hari Nasional patriotik Tiongkok yang dimulai pada 1 Oktober. "No Time to Die" adalah film ke-25 dalam franchise James Bond yang diproduksi oleh Eon Productions. Ini adalah giliran kelima dan terakhir bintang Daniel Craig sebagai agen MI6 tituler.

Tiongkok adalah salah satu pasar luar negeri terpenting untuk waralaba Bond, dan merupakan wilayah luar negeri dengan pendapatan kotor tertinggi untuk film terakhirnya, "Spectre". Tiongkok adalah wilayah luar negeri dengan penjualan terbesar keempat untuk "Skyfall" yang menghasilkan 59 juta dolar AS.

Film yang akan menjadi aksi terakhir Craig ini akan menjadi angsuran waralaba James Bond dengan durasi terpanjang. Film ini dilaporkan akan berlangsung selama 2 jam 43 menit, atau total 163 menit. Ini akan memecahkan rekor "Spectre" sebelumnya yang memiliki durasi 148 menit.

Dalam "No Time to Die", James Bond telah meninggalkan dinas aktif dan menikmati kehidupannya yang tenang di Jamaika. Namun sayangnya hidupnya yang damai terusik ketika teman lamanya Felix Leiter dari CIA muncul meminta bantuan. Misi untuk menyelamatkan seorang ilmuwan yang diculik ternyata jauh lebih berbahaya dari yang diperkirakan, membawa Bond ke jejak penjahat misterius yang dipersenjatai dengan teknologi baru yang berbahaya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts