Singapura 'Gagal Berdamai' dan Diyakini Segera Tembus 1.000 Kasus COVID-19 Harian
AP Photo/YK Chan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Singapura mengonfirmasi 935 kasus positif COVID-19 baru pada Jumat (17/9), memicu keyakinan angkanya akan berlipat ganda dalam beberapa hari atau pekan ke depan.

WowKeren - Singapura menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang lebih awal berhasil melandaikan lonjakan kasus COVID-19, bahkan mengumumkan rencana untuk "berdamai" dengan wabah tersebut. Namun belakangan perkembangan kasus harian di Singapura semakin mengkhawatirkan.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, meyakini bahwa kasus COVID-19 harian di negara itu akan mencapai seribu dalam waktu dekat. Pasalnya pada Jumat (17/9) waktu setempat saja Singapura melaporkan 935 kasus positif baru, dengan salah satunya adalah kasus impor.

Gelombang infeksi ini, menurut Ong, sudah teramati selama 26 hari belakangan. Satuan Tugas Lintas Kementerian Singapura (MTF) sudah memprediksi kasus akan berlipat ganda setiap pekannya.

"Dan sekarang sudah berlipat ganda empat kali," ujar Ong, dikutip dari Mothership, Sabtu (18/9). "Jadi mari kita bersiap karena sebentar lagi mungkin menembus seribu kasus."


Meski demikian, Ong meminta publik untuk tidak terlalu khawatir karena 80 persen warga Singapura saat ini sudah mendapat dosis penuh vaksinasi COVID-19. Sebab bila tidak dalam kondisi tervaksin, bisa jadi sistem kesehatan Singapura akan lumpuh oleh banyaknya pasien positif.

Karena itulah, Ong mendorong masyarakat Singapura untuk segera divaksin. Ong juga meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas publik dan lebih baik tetap di rumah saja, terutama untuk kelompok lansia sekalipun sudah menerima vaksin penuh.

"Mari kurangi interaksi dan aktivitas sosial kita. Kurangi bepergian atau makan dengan teman. Jangan terlalu banyak membawa tamu ke rumah. Hindari bepergian dari satu mal ke mal lain," imbau Ong.

Kemenkes Singapura juga akan memperluas cakupan penyediaan alat tes COVID-19 mandiri. Bahkan mulai Sabtu (18/9) ini, Kemenkes Singapura akan mendistribusikan alat tes COVID-19 mandiri lewat mesin penjual minuman otomatis yang bisa diakses 24 jam sehari.

Namun hanya masyarakat yang mendapat notifikasi dari Kemenkes lah yang boleh mengakses alat tes COVID-19 tersebut. Alat tes ini harus digunakan di hari ke-3, 5, dan 7 sejak hari pasien diduga terpapar COVID-19.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts