Penyelidikan awal menemukan adanya seorang penjaga keamanan yang ditusuk lehernya ketika dia berada di antara para penggemar yang memadati lokasi konser.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 08 November 2021 - 15:02 WIB
WowKeren - Acara festival musik bertajuk Astraworld yang digelar oleh penyanyi rap Travis Scott (II) menuai sorotan usai berubah menjadi insiden mematikan. Sebanyak 8 orang dinyatakan tewas dan 300 lainnya mengalami luka-luka.
Dugaan awal insiden berdarah itu bermula dari ketika seorang penyerang yang membawa jarum menusukkan benda tersebut ke salah seorang sehingga memicu kepanikan yang menewaskan banyak korban. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh pihak berwenang pada Sabtu (6/11).
Tragedi itu terjadi pada Jumat (5/11) di NRG Park ketika sebagian massa yang berjumlah 50.000 orang mulai memadat ke depan panggung sekitar pukul 21:15 waktu setempat. Hal ini memicu kekacauan menurut Kepala Pemadam Kebakaran Houston Samuel Pena.
Penyelidikan awal menemukan adanya seorang penjaga keamanan yang ditusuk lehernya ketika dia berada di antara para penggemar yang memadati taman itu, kata Kepala Polisi Houston Troy Finner pada konferensi pers Sabtu sore. Finner melanjutkan bahwa pihak polisi belum melakukan wawancara terhadap penjaga tersebut.
Namun, staf medis yang merawatnya mengatakan dia diberi Narcan, obat yang digunakan untuk memulihkan orang-orang yang overdosis opioid. Mereka juga melihat tanda bekas jarum di lehernya.
Narcan juga digunakan untuk memulihkan beberapa penonton konser lainnya, kata Finner, namun ia tidak dapat mengatakan berapa jumlah pastinya. Pihak kepolisian akan melibatkan tim dari divisi pembunuhan untuk melakukan penyelidikan kriminal.
"Kami tahu bahwa ada beberapa, banyak pihak di mana mereka menyalurkan Narcan di lokasi," ujarnya. "Ini telah menjadi penyelidikan kriminal yang akan melibatkan divisi pembunuhan kami, serta narkotika."
Setidaknya 11 dari 25 orang yang dibawa ke rumah sakit daerah mengalami serangan jantung, kata Pena. Para pejabat mengatakan 13 orang masih dirawat di rumah sakit Sabtu malam, termasuk lima orang yang masih berusia kurang dari 18 tahun dan setidaknya satu anak berusia 10 tahun.
Sebuah sumber yang dekat dengan penyelenggara konser mengatakan kepada The Post bahwa orang-orang yang pingsan semuanya berada di area kerumunan yang sama. "Ini adalah serangan yang ditargetkan pada orang-orang yang tidak bersalah, termasuk seorang anak," sumber itu menjelaskan.
(wk/zodi)