Austria Akan Terapkan Lockdown Nasional dan Wajibkan Vaksinasi COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Baru sekitar dua pertiga populasi Austria yang telah divaksinasi penuh, salah satu tingkat terendah di Eropa Barat. Padahal tingkat infeksi virus di Austria termasuk yang tertinggi di benua tersebut.

WowKeren - Austria akan menjadi negara pertama di Eropa Barat yang menerapkan kembali lockdown penuh untuk mengatasi gelombang infeksi COVID-19 baru. Seluruh penduduk Austria juga diwajibkan telah menerima vaksinasi COVID- 19 per Februari 2022 mendatang.

Pemerintah Austria mengumumkan keputusan ini pada Jumat (19/11). Diketahui, baru sekitar dua pertiga populasi Austria yang telah divaksinasi penuh, salah satu tingkat terendah di Eropa Barat. Padahal tingkat infeksi virus di Austria termasuk yang tertinggi di benua tersebut, dengan 991 kasus per 100 ribu orang per tujuh hari.

Pada Senin (15/11) lalu, Austria telah menerapkan lockdown untuk semua orang yang tidak divaksinasi. Namun sejak saat itu, infeksi COVID-19 di negara tersebut mencatat rekor baru.

Salzburg dan Austria Hulu menjadi dua provinsi yang paling parah dilanda pandemi COVID-19. Kedua provinsi tersebut telah lebih dulu mengumumkan lockdown pada Kamis (18/11) dan meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk melakukan hal yang sama secara nasional.


"Kami belum berhasil meyakinkan cukup banyak orang untuk divaksinasi," ujar Kanselir Alexander Schallenberg.

Menurut Kanselir Schallenberg, lockdown akan dimulai pada Senin (22/11) mendatang. Ia menyalahkan mereka yang menolak untuk divaksinasi terhadap "serangan kepada sistem kesehatan".

Adapun skeptisisme publik tentang vaksin telah didorong oleh Partai Kebebasan sayap kanan Austria yang merupakan partai terbesar ketiga di parlemen. Mereka bahkan merencanakan protes anti- lockdown pada hari Sabtu (20/11).

Dengan diterapkannya pembatasan baru ini, masyarakat Austria tidak lagi diizinkan meninggalkan rumah mereka dengan beberapa pengecualian seperti berbelanja kebutuhan pokok dan berolahraga. Masyarakat Austria disebut menghadapi "skala penurunan" dari pembatasan yang diberlakukan secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Sekarang mereka melakukan lockdown penuh dan jelas alasannya adalah karena insiden COVID-19 di banyak bagian Austria sekarang dalam empat digit – lebih dari 1.000 kasus per 100.000 orang," ungkap Dominic Kane dari Al Jazeera. "Itu adalah jumlah yang sangat besar dan bagi banyak politisi di Austria saat ini, itu terlalu banyak."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts