Lautan Arktik Mulai Memanas Berpuluh-puluh Tahun Lebih Awal dari Perkiraan Para Ilmuwan
Dunia

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mencatat perubahan pola iklim Arktik. Atmosfer dan lautan di dekat kutub memanas dengan kecepatan dua kali lipat rata-rata global.

WowKeren - Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (24/11) di jurnal Science Advances, Samudra Arktik telah memanas sejak awal abad ke-20. Kondisi ini dipicu oleh proses yang dikenal sebagai Atlantifikasi.

Penelitian baru itu menyoroti hubungan antara Atlantik Utara dan Arktik antara Greenland dan Svalbard, sebuah wilayah yang dikenal sebagai Selat Fram. Di wilayah ini, air yang lebih hangat dan asin dari selatan terus menyusup ke perairan utara.

"Menentukan waktu yang tepat dari permulaan Atlantifikasi di Kutub Utara dapat memberi kita beberapa petunjuk penting," kata rekan penulis studi Francesco Muschitiello kepada UPI. "Tentang mekanisme penggerak yang tepat di balik fenomena ini."

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mencatat perubahan pola iklim Arktik. Atmosfer dan lautan di dekat kutub memanas dengan kecepatan dua kali lipat rata-rata global, air laut terus bertambah asin dan es laut tetap surut. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan yang dipercepat ini tetap menjadi perdebatan di antara para peneliti Arktik.


"Ada beberapa perdebatan yang sedang berlangsung di komunitas kami," kata ilmuwan iklim University College London Michel Tsamados kepada UPI. "Mengenai apa yang mendorong mundurnya es laut yang cepat baru-baru ini di bagian Atlantik Arktik."

Adapun pemicu pemanasan Arktik dan hilangnya es laut adalah lautan atau atmosfer atau kombinasi keduanya. "Beberapa pandangan baru-baru ini adalah bahwa sebagian besar variabilitas didorong oleh atmosfer, dengan angin dan suhu yang mendorong variabilitas es laut yang pada gilirannya mempengaruhi suhu laut," lanjutnya.

Untuk mengetahui dengan tepat kapan dan bagaimana Samudra Arktik mulai memanas pada tingkat yang dipercepat, para peneliti mempelajari perubahan kimia dalam cangkang fosil mikroorganisme dari sedimen laut. Inti sedimen dasar laut memberi para peneliti data geokimia dan ekologi sejak 800 tahun yang lalu.

Selama 800 tahun itu, para peneliti mencatat suhu dan salinitas Samudra Arktik relatif stabil. Tetapi tanda-tanda geokimia mulai bergeser sekitar awal abad ke-20, menunjukkan peningkatan suhu dan salinitas yang signifikan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts