Hakim Michael Fitzgerald dari Pengadilan Distrik A.S. untuk Distrik Pusat California memutuskan untuk menolak permintaan Taylor Swift yang ingin membatalkan kasus tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 Desember 2021 - 16:29 WIB
WowKeren - Permintaan Taylor Swift untuk membatalkan gugatan terkait pelanggaran hak cipta telah ditolak oleh hakim federal. Melansir New York Times, gugatan itu menuduhnya mencuri lirik dari "Playas Gon' Play" milik 3LW.
Gugatan itu awalnya diajukan pada 2017 oleh penulis lagu Sean Hall dan Nathan Butler. Mereka menuduh Swift telah mencuri lirik dari lagu hit 3LW tahun 2001, "Playas Gon' Play" untuk menulis "Shake It Off."
Hakim Michael Fitzgerald dari Pengadilan Distrik A.S. untuk Distrik Pusat California menyatakan bahwa pengacara Swift telah membuat argumen yang kuat untuk membela pelantun "Style" itu. Namun tetap saja, mereka memutuskan untuk menolak permintaan penyanyi yang ingin membatalkan kasus tersebut.
Fitzgerald juga menyatakan bahwa para ahli hukum Swift membuat argumen persuasif mengenai berbagai faktor yang membedakan perbedaan antara "Shake It Off" dan "Playas Gon' Play". Satu-satunya cara agar kasus hak cipta tidak dilanjut ke pengadilan adalah jika Swift dan penulis lagu mencapai kesepakatan finansial dan menyelesaikannya di luar pengadilan.
Penulis lagu Hall dan Butler mengklaim bahwa Swift mencomot baris "Playas gon' play / And haters, they gon' hate" dari lagu hit 2001 mereka untuk menulis lirik "Shake It Off" yang berbunyi "Cause the players gonna play, play, play, play, play / And the haters gonna hate, hate, hate, hate, hate."
Kasus ini awalnya diajukan pada tahun 2017 tetapi dihentikan pada tahun 2018 setelah Fitzgerald mengatakan lirik dalam lagu tersebut terlalu singkat, tidak orisinal, dan tidak kreatif untuk berada di bawah undang-undang hak cipta.
Ketika kasus itu dihentikan, ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai siapa yang akan membayar biaya hukum Swift. Tim penyanyi itu meminta tagihan 75.000 dolar untuk menutupi pengeluaran penyanyi untuk masalah tersebut. Seorang hakim menolak permintaan 75.000 tersebut untuk dilanjutkan sebelum kasus itu dibawa kembali ke depan hakim.
(wk/zodi)