Kasus Omicron Cenderung Bergejala Ringan, Jangan Remehkan Flu Biasa
Unsplash/Towfiqu barbhuiya
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Saat ini, Indonesia tengah berada dibayang-bayang ancaman gelombang Omicron seperti yang telah disampaikan Menkes sebelumnya. Terlebih Omicron memiliki gejala yang cenderung ringan seperti flu biasa.

WowKeren - Kasus COVID-19 varian Omicron saat ini diketahui semakin merebak luas di Indonesia. Bahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga memprediksi bahwa Indonesia akan mengalami gelombang Omicron. Selain itu Kemenkes juga memprediksi Omicron bisa mencapai hingga 60 ribu kasus.

Meski demikian, varian Omicron relatif memiliki gejala ringan atau bahkan tidak bergejala. Sebelumnya, Budi juga telah menyampaikan bahwa mayoritas pasien COVID-19 varian Omicron adalah tanpa gejala, dan sisanya sakit ringan.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sebelumnya telah menyampaikan bahwa mayoritas pasien Omicron mengalami gejala ringan seperti batuk dan pilek. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada perbedaan cara penularan varian Omicron dengan jenis lain virus COVID-19. Kemudian gejala yang ditunjukkan juga tidak berbeda.


"Kalaupun ada yang tertular Omicron, nantinya masih bisa terdeteksi dengan tes antigen dan swab PCR," tutur Nadia dalam program Medcom Hari Ini, Rabu (12/1).

Mengingat varian Omicron cenderung tidak bergejala atau bergejala ringan mirip flu biasa yakni batuk dan pilek, maka tidak sedikit pasien varian COVID-19 ini tidak menyadari bahwa dirinya terpapar virus. Maka dari itu, kata Nadia, Kemenkes akan menyediakan berbagai fasilitas kesehatan bagi pasien Omicron yang tidak bergejala, sehingga bisa melakukan isolasi mandiri.

"Kita sadar harus menyediakan fasilitas kesehatan untuk kasus-kasus yang berat maupun kritis sehingga bagi yang tidak bergejala nantinya bisa melakukan isolasi mandiri dengan pantauan dinas kesehatan," papar Nadia.

Lebih lanjut, Juru Bicara Kemenkes itu juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan disiplin agar bisa mencegah terpapar COVID-19. Apabila merasa kurang enak badan atau perubahan kesehatan pada diri, diminta untuk segera memeriksa untuk memastikan apakah terpapar COVID-19 atau tidak.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts