Hadapi Gelombang Omicron, Korea Selatan Bakal Perpanjang Pembatasan COVID-19 Hingga 3 Pekan
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Korea Selatan saat ini tengah menghadapi gelombang Omicron. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang biasanya terjadi kerumunan, pemerintah menerapkan kebijakan pengetatan pembatasan COVID-19.

WowKeren - Penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron yang memiliki tingkat tinggi membuat banyak negara yang saat ini tengah menghadapi gelombang Omicron. Salah satunya adalah Korea Selatan.

Maka dari itu, Korea Selatan memutuskan akan memperpanjang aturan menjaga jarak sosial yang lebih ketat selama tiga minggu ke depan. Menurut para pejabat, hal ini diputuskan di tengah kekhawatiran atas gelombang Omicron yang sangat menular, terutama menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Pada bulan lalu, Korea Selatan kembali memulihkan pembatasan tersebut setelah enam minggu memberikan pelonggaran di bawah skema "hidup dengan COVID-19". Hal ini dilakukan setelah terjadi rekor baru atas angka kasus COVID-19, serta pasien yang kritis mengancam akan memenuhi sistem medis di Korea Selatan.


Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Kim Boo-kyum mengatakan bahwa perhitungan harian telah mengalami penurunan sejak saat itu dengan 4.542 kasus baru per Kamis (13/1), dari puncaknya pada pertengahan Desember 2021 yakni 8 ribu kasus. Namun tren penurunan ini tampaknya mencapai titik rendah pada pekan ini sebagian karena lonjakan infeksi Omicron.

"Indikatornya sedikit banyak meningkat tetapi jumlah kasus baru tidak lagi menurun minggu ini," tutur Kim Boo-kyum dalam pertemuan intra-lembaga yang mencatat bahwa bagian Omicron dari infeksi menular domestik telah mencapai 20 persen hanya dalam waktu singkat yakni dua pekan.

Nantinya, pembatasan COVID-19 di Korea Selatan itu akan berlangsung hingga 6 Februari 2022. Termasuk juga dengan kebijakan jam malam hingga pukul 21.00 waktu setempat untuk restoran, kafe, dan bar. Namun batas pertemuan pribadi akan dinaikkan menjadi enam orang yang telah divaksinasi penuh dari sebelumnya yakni empat orang.

Di sisi lain, pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa tanpa adanya pembatasan jarak yang lebih ketat, Omicron akan menjadi kasus COVID-19 paling dominan dalam kurun waktu dua minggu. Sementara itu, sejauh ini, upaya Korea Selatan untuk mencegah penyebaran Omicron adalah dengan merawat pasien COVID-19 dengan pil antivirus Pfizer pada Jumat (14/1). Hal ini menjadikannya negara di Asia pertama yang menggunakan pil Pfizer.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts