Bakal Calonkan Diri Sebagai Presiden AS 2024, Joe Biden Kembali Gandeng Kamala Harris?
Dunia

Kabar yang menyebut Joe Biden akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat tampaknya benar adanya. Publik lantas bertanya-tanya siapa yang akan mendampinginya nanti di Pilpres 2024.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sebelumnya dikabarkan akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024 mendatang. Jika benar kembali mencalonkan diri sebagai presiden AS, lantas siapa yang akan menjadi wakilnya?

Pada Rabu (19/1), Biden mengatakan bahwa yang akan menjadi pasangannya di Pemilihan Presiden AS tahun 2024 adalah tidak lain dan bukan wakilnya saat ini yakni Kamala Harris. Rupanya Biden berencana akan kembali menggandeng Harris apabila maju di Pilpres AS 2024 mendatang.

"Dia akan menjadi pasangan saya," tutur Biden dalam konferensi pers yang diadakan untuk menandai tahun pertama kepresidenannya, dilansir dari malay mail, Kamis (20/1).

Sebelumnya, pada pertengahan Desember 2021 lalu, Harris sempat menyampaikan bahwa ia dan Biden belum membahas mengenai Pilpres 2024, di tengah spekulasi di mana tidak mencalonkan diri di Gedung Putih, apabila Biden kembali mencalonkan diri. Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, ketika disinggung mengenai kemungkinan Biden untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS kembali, Harris mengatakan belum memikirkannya.



"Saya tidak memikirkannya, kami juga tidak membicarakannya," tutur Harris dalam wawancara tersebut. Di sisi lain, Harris disebut sebagai pembuat sejarah lantaran wanita pertama dan orang kulit hitam, serta Asia Amerika pertama yang pernah dilantik sebagai Wapres, awalnya tampaknya menjadi pewaris.

Akan tetapi, di kala karirnya yang tengah cemerlang itu mencuat isu di tengah pers negatif yang menuduh ada disfungsi di antara staf Harris. Sehingga muncul keraguan publik atas posisinya dalam pemerintahan dan frustasinya atas tugas yang sulit, seperti akses suara minoritas dan krisis migrasi di perbatasan selatan.

Menanggapi isu tersebut, Biden lantas membela catatan Harris dalam menangani hak suara, dengan mengatakan "Saya memang menugaskannya. Saya pikir dia melakukan pekerjaan dengan baik," tutur Biden kala itu.

Di sisi lain, Biden juga menekan Kongres untuk meloloskan dua undang-undang utama yang memperluas akses ke kotak suara, menempatkan kondisi yang lebih berat pada negara bagian yang berusaha untuk mengubah undang-undang pemungutan suara dan melindungi pejabat pemilu dari pengaruh yang tidak semestinya.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts