Diharapkan Lampaui Kesuksesan 'Squid Game', 'All of Us Are Dead' Tuai Reaksi Begini dari Kritikus
Netflix
TV
Popularitas All Of Us Are Dead

Serial baru Netflix yang berjudul 'All of Us Are Dead' telah dinilai oleh sejumlah kritikus. Simak penjelasan lengkap mereka dalam berita WowKeren berikut ini.

WowKeren - "All of Us Are Dead" menjadi salah satu serial Netflix yang paling dinanti. Serial ini bahkan diharapkan dapat melampaui kesuksesan "Squid Game".

Pada Kamis (27/1), ulasan kritikus terhadap "All of Us Are Dead" menarik perhatian netizen Korea Selatan di komunitas online. Beberapa mengharapkannya dapat melampaui popularitas "Squid Game", sedangkan yang lain mengatakan bahwa keterampilan akting para pemain masih kurang.

Sebelumnya pada Rabu (26/1), seorang reporter Irlandia yang bernama Pierce Conran turut menilai drama tentang zombie tersebut, dengan memberikan dua dari lima poin. Dia mengatakan bahwa perkembangan cerita di awal drama cukup besar, namun konten serupa terus diulang sepanjang 12 episode yang membuatnya jadi membosankan.

Pada saat yang sama, ia memuji munculnya perspektif moral tentang peristiwa sejarah dan sosial seperti Gerakan Demokratisasi 18 Mei di Korea serta kecelakaan Sewol. Ini adalah drama yang layak untuk dipikirkan.


Di hari yang sama, Rama selaku anggota Hollywood Critics Association, reporter dan YouTuber, mengaku cukup puas usai menyaksikan drama ini. Dia berkata, "Ada 'Squid Game' yang menggemparkan tahun lalu dan sekarang percayalah, drama ini berpotensi menjadi sensasi besar berikutnya."

Kebosanan yang disebutkan Pierce Conran pun dipuji Rama sebagai, "Drama ini tidak memiliki satu menit pun yang membosankan, tapi para penulisnya memberikan ruang bagi cerita untuk bernafas dengan kedalaman karakter emosional yang kuat yang menavigasi hilangnya kepolosan dan kompleksitas remaja di tengah kiamat."

Tak hanya kritikus, reaksi penonton Korea juga saling bertentangan. Seorang pengguna komunitas online menunjukkan kurangnya keterampilan akting para pemeran siswa usai menyaksikan episode 1-3 "All of Us Are Dead".

Dia juga menyatakan penyesalannya atas penyutradaraan drama dan pemilihan BGM. Namun di saat yang sama, ia memuji keterampilan akting pemeran guru dalam riasan zombie.

Seperti drama "Kingdom" yang menunjukkan potensinya sebagai master K-Zombie, "All of Us Are Dead" juga telah bekerja keras untuk menarik perhatian pemirsa. Hal ini disadari lewat riasan mata merah, wajah bernoda, darah di mana-mana hingga zombie yang terlihat bengkok.

Pada akhirnya, pengguna komunitas online menunjukkan beragam reaksi. Beberapa orang mengatakan bahwa drama ini harus ditonton, sedangkan yang lain menyebutnya jauh dari harapan.

(wk/eval)


You can share this post!


Related Posts