Shopee Tarik Diri dari India Meski Baru Beberapa Bulan Beroperasi
Dunia

Penarikan bisnis terjadi beberapa minggu setelah lengan e-commerce Sea, Shopee, mengatakan telah menarik diri dari Prancis dan India melarang game populernya, Free Fire.

WowKeren - Perusahaan e-commerce dan game yang berbasis di Singapura, Sea Ltd, mengatakan pada Senin (28/3) bahwa pihaknya menarik diri dari pasar ritel India. Pernyataan itu datang hanya beberapa bulan setelah perusahaan tersebut memulai operasi di sana.

Bukan tanpa alasan, adapun keputusan itu diambil lantaran perusahaan melihat "ketidakpastian pasar global". Selain itu, penarikan bisnis terjadi beberapa minggu setelah lengan e-commerce Sea, Shopee, mengatakan telah menarik diri dari Prancis.

Keputusan ini juga datang beberapa minggu setelah India melarang aplikasi game populer Sea "Free Fire". Pengumuman itu membuat nilai pasar Sea yang terdaftar di New York turun sebesar 16 miliar dolar AS dalam satu hari yang berbuntut pada beberapa investor memotong kepemilikan di dalamnya.

Dalam sebuah pernyataan, Shopee mengatakan bahwa perusahaan akan bekerja "untuk mendukung komunitas penjual dan pembeli lokal dan tim lokal kami untuk membuat prosesnya semulus mungkin". Reuters adalah yang pertama kali melaporkan keputusan ini. Pernyataan itu hanya mencakup aktivitas ritel, bukan game, di India.


Perusahaan mulai beroperasi di India pada Oktober 2021 seiring dorongan internasional yang membuat perusahaan melebarkan sayap ke Eropa. Unit lokal, Shopee India, merekrut penjual dan meluncurkan situs belanja.

Di India, Shopee harus bersaing dengan pasar e-commerce lainnya yang didominasi oleh pemain seperti Amazon.com Inc dan Flipkart Walmart. Para pemain e-commerce menghadapi lingkungan peraturan yang ketat di India. New Delhi telah bertahun-tahun memberlakukan pembatasan untuk melindungi pengecer yang lebih kecil.

Pengecer offline sering menuduh perusahaan asing mengabaikan peraturan dan menawarkan diskon besar yang merugikan bisnis mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, Shopee telah menghadapi seruan boikot dari pedagang semacam itu.

Sumber yang mengetahui permasalahan ini juga mengatakan bahwa Sea terus berupaya melobi pihak berwenang India agar mencabut larangan terhadap Free Fire. Pada Februari, Reuters melaporkan bahwa pihak berwenang Singapura telah menyampaikan kekhawatiran ke India atas larangan tersebut, menanyakan mengapa perusahaan menjadi sasaran dalam tindakan keras yang meluas terhadap aplikasi Tiongkok.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait