PM Kanada Justin Trudeau Tegaskan Menolak Kehadiran Putin di KTT G20, Sampaikan Ini ke Jokowi
Instagram/justinpjtrudeau
Dunia

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui berencana akan hadir di pertemuan utama ekonomi global G20 di Bali pada November mendatang. Namun hal ini ditentang banyak negara lainnya terkait invasinya terhadap Ukraina.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Indonesia di tahun 2022 ini menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dalam gelaran ini, nantinya akan mendatangkan kepala negara dari masing-masing negara yang tergabung dalam KTT G20, salah satunya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Akan tetapi rencana kedatangan Putin ke Bali belakangan menuai pro kontra. Hal ini dikarenakan sikap Rusia yang telah melakukan invasi terhadap Ukraina.

Bahkan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau pada Kamis (31/3) kemarin, bergabung dengan sekutunya dengan mengatakan ia tidak ingin bertemu dengan Putin pada pertemuan G20 tahun ini. Alasannya pun terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Lebih lanjut, Trudeau mengatakan bahwa ia telah berbagi pandangannya dengan Presiden Indonesia Joko Widodo terkait penolakan kedatangan Putin di pertemuan G20 yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang.

Trudeau menyampaikan kepada Jokowi bahwa kehadiran Putin akan "sangat sulit bagi kami dan tidak produktif untuk G20." "Ini akan menjadi masalah besar bagi banyak negara, termasuk Kanada," ujar Trudeau kepada wartawan di Ottawa, dikutip Jumat (1/4).


Lebih lanjut, Trudeau menerangkan bahwa KTT G20 adalah tentang "bagaimana kita mengelola dan mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia." Ia menilai bahwa dengan Rusia yang telah melakukan invasi kepada Ukraina membuat perekonomian global porak poranda.

"Rusia dengan invasi ilegalnya ke Ukraina telah menjungkirbalikkan pertumbuhan ekonomi bagi semua orang di seluruh dunia dan tidak mungkin menjadi mitra konstruktif dalam cara kita mengelola krisis yang diciptakan oleh invasi ilegal Rusia ke Ukraina," papar Trudeau.

"Intinya adalah tidak mungkin bisnis seperti biasa memiliki Vladimir Putin hanya duduk di sekitar meja berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja, karena itu tidak baik-baik saja, dan itu salahnya," lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa pihaknya mendukung "pengusiran" Rusia dari kelompok ekonomi utama G20. Kemudian Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan Putin harus dilarang menghadiri pertemuan puncak kelompok itu di Bali.

Meski demikian, ada negara yang memilih untuk menentang pemberian hak kepada Rusia, seperti Brasil dan Tiongkok. Sementara Indonesia, selaku tuan rumah KTT G20, mengatakan akan tetap tidak memihak siapapun.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait