Perusahaan Pengujian COVID-19 Tiongkok Diselidiki Terkait Dugaan Hasil Tes Palsu
Unsplash/Shengpengpeng Cai
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tak sedikit penduduk Shanghai yang menulis di media sosial Tiongkok Weibo pekan ini yang mengadukan bahwa mereka telah menerima hasil positif palsu dari Zhongke Runda.

WowKeren - Pejabat Kota Shanghai tengah melakukan penyelidikan terhadap sebuah perusahaan pengujian COVID-19 di kota itu. Penyelidikan itu dilakukan setelah laporan penduduk yang menyebut bahwa mereka diberi hasil positif palsu yang membuat mereka dikarantina.

Sebagaimana diketahui kota ini telah mengalami penguncian selama berminggu-minggu seiring dengan Tiongkok yang memberlakukan kebijakan Nol-Covid melalui penutupan, pengujian massal, dan pembatasan pergerakan yang ketat. Semua orang yang dites positif dikirim ke pusat isolasi pemerintah, bahkan mereka yang tidak memiliki gejala sekalipun.

Tak sedikit penduduk Shanghai yang menulis di media sosial Tiongkok Weibo pekan ini yang mengadukan bahwa mereka telah menerima hasil positif palsu dari Zhongke Runda. Ini adalah perusahaan yang mengoperasikan tiga pusat pengujian di pusat keuangan itu.



Namun dalam pengarsipan saham pada hari Rabu (11/5), perusahaan induk kelompok itu, Shanghai Runda Medical Technology, mengatakan bahwa laporan hasil tes palsu itu telah "menimbulkan keraguan pada keakuratan data pengujian asam nukleat lab Zhongke Runda" dan penyelidikan sedang diadakan.

Sejak laporan itu dibuat pada hari Senin (9/5), saham grup telah mengalami penurunan. Sebagai tanggapan atas komentar online tentang hasil tes, Otoritas Kesehatan Shanghai mengatakan mereka telah mengumumkan penyelidikan terhadap organisasi pengujian pihak ketiga.

"Pada 7 Mei, putri saya yang sedang mempersiapkan ujian baru saja meninggalkan rumah setelah dinyatakan positif palsu," tulis pengguna Weibo yang anaknya harus dibawa ke pusat karantina.

Warga lain, yang awalnya menerima tes positif palsu dari Runda, mengatakan dia kemudian dites positif setelah menginap empat hari di karantina. Warga yang dites positif harus menghadapi perpanjangan tinggal di fasilitas yang ramai. Bahkan dalam beberapa kasus, seluruh bangunan apartemen bisa dijadikan fasilitas karantina jika satu penduduk dinyatakan positif.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts