Bawa Kuasa Hukum, Terduga Korban Beber Trauma Dibully Kim Garam LE SSERAFIM
YouTube/Hybe Labels
Selebriti
Dugaan Bullying Kim Garam LE SSERAFIM

Kuasa hukum menyatakan bahwa hasil investigasi terpisah yang tersebar di dunia maya terkait tuduhan tersebut adalah benar dan bahwa Kim Garam memang telah menindas kliennya selama di sekolah.

WowKeren - Terduga korban bullying Kim Garam LE SSERAFIM berbicara tentang tuduhan tersebut melalui kuasa hukumnya. Pakai nama samaran Yoo Eunseo, dia menyebutkan bahwa memang benar dirinya pernah dibully oleh Kim Garam dan mengalami trauma hingga sekarang.

Kuasa hukum Yoo Eunseo juga menyatakan bahwa hasil investigasi terpisah yang tersebar di dunia maya terkait tuduhan tersebut adalah benar dan bahwa Kim Garam memang telah menindasnya selama di sekolah.

"Korban adalah korban kekerasan sekolah dari Kim Garam dan teman-temannya dari akhir April hingga awal Mei 2018. Dia dipindahkan ke sekolah baru satu hingga dua minggu setelah insiden, karena tidak dapat menahan kekerasan kelompok terus menerus," ungkap kuasa hukum terduga korban.

Disebutkan bahwa pada 4 Juni 2018, diadakan Komite Penanggulangan Kekerasan Sekolah dan Kim Garam, sebagai siswa yang melakukan kekerasan di sekolah. Garam dihukum enam jam pendidikan khusus sesuai dengan Pasal 17-1-5 Undang-Undang tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Sekolah.

"Orangtuanya (Kim Garam) menerima lima jam pendidikan khusus sesuai dengan paragraf sembilan dari pasal yang sama. Yoo Eunseo, korban kekerasan di sekolah, menerima konseling dan nasihat psikologis sesuai dengan Pasal 16-1-1 dari tindakan yang sama," lanjut kuasa hukum.

Dikatakan bahwa Yoo Eunseo secara sukarela pindah sekolah karena dia tidak tahan dengan bullying yang terus berlanjut, tetapi dia menderita rumor jahat seperti, "Yoo Eunseo salah, itu sebabnya dia dipaksa untuk pindah."



Yoo Eunseo mendapatkan pelecehan online yang lebih buruk setelah HYBE menyatakan Kim Garam adalah korban dan bukan pelaku. Selain itu, banyak yang menuduhnya menulis postingan itu karena cemburu, bahkan sampai mengunggah foto-foto kehidupan nyatanya dan menyuruhnya untuk bersiap-siap karena menggali kuburan sendiri.

Kemudian dibuatlah postingan di Nate Pann yang mengekspos Kim Garam, dan isinya mencatat bahwa Kim Garam terkenal dengan sikap buruknya yang juga diketahui oleh orang-orang di sekolah sekitarnya, dan jika ada siswa yang tidak disukainya, dia akan mengumpulkan siswa lain untuk menyerang dan memaki siswa itu bersama-sama.

"Orang yang membuat unggahan itu juga menjadi korban bullying di sekolah, itu maksud unggahan tersebut. Termasuk unggahan yang baru saja disebutkan, beberapa unggahan telah diunggah yang menyebut Kim Garam sebagai pelaku kekerasan di sekolah," terang kuasa hukum Yoo Eunseo.

Mungkin karena Yoo Eunseo adalah korban Kim Garam, sehingga ada komentar bahwa Eunseo yang membuat postingan yang mengungkap Kim Garam sebagai pelaku. Namun Yoo Eunseo menerima pesan melalui akun media sosialnya yang mengatakan bahwa dia dengan jahat memfitnah idol tersebut atau bahwa dia adalah seorang Orc yang hanya cemburu pada gadis-gadis cantik.

"Lebih banyak komentar seperti 'wajahnya telah diperbaiki, tapi dia masih jelek,' 'dia memfitnah karena dia cemburu,' juga diterima. Tapi lebih buruk lagi, beberapa pesan dan postingan bahkan membagikan foto Yoo Eunseo, diblur dan mengancamnya dengan pesan, 'Terima kasih telah merawat mosaik itu. Jika kamu menguntit LE SSERAFIM, kamu sebaiknya menyiapkan kuburanmu," ungkap kuasa hukumnya.

Juga disebutkan Yoo Eunseo mengalami kecemasan dan ketakutan yang luar biasa saat memikirkan bahwa seseorang mungkin memiliki foto aslinya. Dia juga takut akan menerima ancaman, dan akan menyebarkan fotonya melalui internet kepada siapa saja, di mana saja, kapan saja.

"Dia bahkan menderita serangan panik dari waktu ke waktu, di mana dia sulit bernapas karena dia merasa jantungnya akan meledak," ungkap kuasa hukum Yoo Eunseo.

(wk/chus)


You can share this post!


Related Posts