Miras Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Cacing Kremi Menurut Penelitian Universitas di Thailand
Pixabay/652234
Dunia

Miras tampaknya memang memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Sebuah studi yang dilakukan salah satu universitas di Thailand menyebut konsumsi miras juga bisa meningkatkan risiko terkena cacing kremi.

WowKeren - Siapa sangka, konsumi minuman keras alias alkohol bisa meningkatkan resiko terkena cacing kremi. Menurut penelitian baru yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Penyakit Parasit di Universitas Teknologi Suranaree di Bangkok, konsumsi alkohol secara teratur meningkatkan risiko terkena infeksi cacing kremi.

Pihak universitas pun merekomendasikan peminum alkohol menguji diri mereka sendiri untuk cacing benang. Setidaknya sekali atau dua kali setahun untuk mencegah infeksi parah.

Cacing Kremi atau Strongyloides stercoralis, adalah cacing parasit kecil yang menginfeksi usus besar pada manusia. Cacing kremi adalah umum di seluruh dunia, terutama di daerah tropis.

Peminum alkohol biasa, berisiko 5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan infeksi cacing kremi daripada non-peminum, menurut penelitian. Konsumsi alkohol ditemukan sebagai faktor risiko yang terkait dengan sebagian besar infeksi cacing kremi pada orang dewasa. Penelitian ini juga menemukan hubungan antara alkoholisme dan infeksi cacing kremi yang parah.


Studi lain membandingkan 263 peminum alkohol biasa dibandingkan dengan 590 non-peminum. Studi ini menemukan bahwa 20,5% dari peminum terinfeksi cacing kremi, sedangkan hanya 4,4% dari non-peminum yang terinfeksi. Studi ini menemukan infeksi pada peminum juga secara signifikan lebih parah (Marques CC, et al., 2010).

Konsumsi alkohol merangsang aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal – aksis HPA – untuk memproduksi lebih banyak kortisol. Kelebihan produksi kortisol melemahkan sistem kekebalan tubuh, terutama sel T helper tipe 2 (Th2). Hal ini memungkinkan cacing berkembang biak lebih cepat dan dapat menyebabkan autoinfeksi, dimana reinfeksi disebabkan oleh larva yang sudah ada di dalam tubuh.

Infeksi cacing kremi dapat disebabkan oleh makan makanan yang terkontaminasi, seperti buah-buahan dan sayuran. Cacing juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Gejalanya meliputi sedikit rasa hangat di tinja, sakit perut, gangguan pencernaan, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.

Universitas Suranaree pun merekomendasikan peminum alkohol secara teratur menguji diri mereka sendiri untuk cacing kremi setidaknya sekali atau dua kali setahun. Infeksi dapat dengan mudah diobati dengan obat-obatan seperti Mebendazole yang dapat dibeli di sebagian besar apotek.

(wk/amel)


You can share this post!

Related Posts