Ratu Denmark Cabut Gelar Kerajaan Empat Orang Cucunya
Instagram/thedanishqueen_
Dunia

Pihak istana mengumumkan alasan resminya adalah untuk mengizinkan empat anak dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, untuk menjalani kehidupan yang lebih normal.

WowKeren - Ratu Denmark Margrethe II pada Rabu (28/9) telah mencabut gelar kerajaan empat cucunya, dari delapan orang, sebagaimana diumumkan oleh pihak istana. Bukan karena perselisihan atau hal-hal negatif, namun hal itu bertujuan untuk memberikan kehidupan sebagai orang biasa.

Istana mengumumkan alasan resminya adalah untuk mengizinkan empat anak dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, untuk hidup lebih normal. Margrethe II merupakan satu-satunya ratu yang memerintah di Eropa dan merupakan penguasa terlama di benua itu, setelah mendiang Ratu Elizabeth II dari Inggris Raya.

Sebagaimana diketahui, Pangeran Joachim memiliki empat anak dari dua pernikahan yakni Nikolai, Felix, Henrik dan Athena, dengan rentang usia 23 hingga 10 tahun. Empat cucu ratu lainnya, yang lahir dari Putra Mahkota Frederik akan mempertahankan gelar mereka.

"Mulai 1 Januari 2023, keturunan Yang Mulia Pangeran Joachim hanya dapat menggunakan gelar Pangeran dan Pangeran Monpezat mereka," bunyi pernyataan dari pihak Istana. "Gelar Pangeran dan Putri Denmark mereka sebelumnya tidak ada lagi."


Dengan mencabut gelar kerajaan mereka, maka ratu berharap agar keempat orang cucunya bisa lebih leluasa untuk membentuk keberadaan mereka sendiri tanpa dibatasi oleh kewajiban khusus.

"Dengan keputusannya, Yang Mulia Ratu ingin membuat kerangka kerja untuk keempat cucu, pada tingkat yang jauh lebih besar," lanjut bunyi pernyataan istana. "Untuk dapat membentuk keberadaan mereka sendiri tanpa dibatasi oleh pertimbangan dan kewajiban khusus yang berafiliasi formal dengan Royal House sebagaimana disiratkan oleh institusi."

Ini merupakan langkah serupa yang dilakukan oleh keluarga kerajaan lain di Eropa yang bertujuan untuk merampingkan monarki mereka. "Keputusan ratu sejalan dengan perubahan serupa yang dilakukan oleh rumah kerajaan lainnya dalam beberapa tahun terakhir dengan cara yang berbeda," tambah mereka.

Sementara itu, keputusan ini dianggap tiba-tiba oleh ibu dari dua putra tertua Pangeran Joachim. Kepada media Denmark, dia mengaku terkejut. "Ini datang tiba-tiba. Anak-anak merasa dikecualikan. Mereka tidak dapat memahami mengapa identitas mereka diambil dari mereka," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait