Makin Banyak Hinggapi Anak Muda, Kenali Istilah Hoarding Disorder Dan Ciri-Cirinya
Pexels
Lifestyle

Gangguan psikologis hoarding Disorder kerap terjadi di tengah masyarakat terutama anak muda. Yuk, kenali apa itu hoarding disorder dan beberapa pertandanya.

WowKeren - Belakangan ini viral aksi mahasiswa yang menimbun sampah di dalam kos dan meninggalkannya begitu saja. Nah, perilaku mahasiswa ini dapat digolongkan sebagai hoarding disorder. Lantas apa itu hoarding disorder?

Hoarding disorder adalah gangguan perilaku di mana seseorang kesulitan membuang barang-barang yang tak lagi berguna atau bernilai. Bukan karena malas, penderita hoarding disorder memang enggan membuang, memberikan atau menjual barang-barang mereka.

Penderita hoarding disorder akan mengumpulkan barang tak berguna dalam satu ruangan atau tempat tinggal mereka. Perilaku hoarding disorder membuat para penderitanya hobi menimbun barang-barang yang sudah tak terpakai. Kondisi ini lambat laun akan mengganggu kualitas hidup dan kesehatan penderitanya.

Sementara itu, American Psychiatric Association melihat hoarding disorder sebagai salah satu masalah psikologi. Psikiatri Randy O. Frost, Ph.D. menyebut hoarding disorder digolongkan sebagai tipe gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Gangguan ini menyebabkan perilaku kompulsif seperti kesulitan membuang barang yang sudah tak terpakai.


"Di awal manual diagnostik, ketidakmampuan untuk membuang barang yang tidak berharga atau usang adalah kriteria diagnostik untuk gangguan kepribadian obsesif-kompulsif," kata Randy.

Menurut penelitian Mayo Clinic, hoarding disorder muncul sejak usia remaja. Gangguan ini tak bisa disepelekan lantaran jika dibiarkan akan semakin sulit diobati. Tentu sifat buruk dari gangguan ini akan berdampak signifikan untuk masa depan.

"Tanda dan gejala pertama dari gangguan hoarding disorder biasa muncul sejak masa remaja hingga awal masa dewasa. Pada usia paruh baya, gejala seringkali parah dan mungkin lebih sulit diobati," menurut penelitian Mayo Clinic.

Sayang, seseorang yang mengalami hoarding disorder seringkali tak menyadarinya. Namun, WowKeren akan berbagi ciri-ciri atau tanda yang menggambarkan perilaku hoarding disorder. Penasaran apa saja? Langsung simak dalam ulasan artikel di bawah ini ya.

(wk/Sisi)

1. Sulit Membuang Benda Yang Sudah Tak Terpakai


Sulit Membuang Benda Yang Sudah Tak Terpakai
Rawpixel

Ciri pertama hoarding disorder adalah penderita kesulitan membuang atau berpisah dari barang yang tak lagi terpakai. Tak cuman membuang, mereka juga enggan menjual bahkan memberikan barang tersebut meski untuk hal yang lebih bermanfaat. Psikiatri Randy O. Frost, Ph.D. menyetujui pendapat demikian.

"Individu dengan hoarding disorder mengalami kesulitan tidak hanya untuk membuang barang, tetapi menjualnya, menyumbangkannya, atau bahkan meminjamkannya kepada orang lain. Apa pun cara untuk menghilangkan suatu barang dari kepemilikannya adalah perilaku yang sulit bagi mereka," jelas Randy.

2. Menganggap Barang Tak Bernilai Sebagai Sesuatu Yang Berharga


Menganggap Barang Tak Bernilai Sebagai Sesuatu Yang Berharga
Pxhere

Penderita hoarding disorder menganggap barang yang tak bernilai untuk orang lain berharga bagi mereka. Orang-orang dengan hoarding disorder kerap menyimpan barang-barang tak berarti seperti kertas, mainan usang bahkan sampah.

Beberapa di antara penderita hoarding disorder memiliki alasan khusus mengapa mereka tak mau membuang barang yang sudah tidak terpakai. Selain menyimpan cerita masa lalu, orang dengan hoarding disorder merasa sayang untuk membuang suatu barang dan percaya akan berguna di masa mendatang.

3. Berantakan Atau Sulit Mengorganisir Barang


Berantakan Atau Sulit Mengorganisir Barang
Rawpixel

Hobi menumpuk benda tak berguna cenderung dilakukan oleh mereka yang sulit mengorganisir barang. Penderita hoarding disorder biasanya kesulitan memilah barang yang penting untuk disimpan atau dibuang.

Kebanyakan penderita hoarding disorder memiliki sifat berantakan. Selain hobi menimbun, mereka akan meletakan barang tak berguna sesuka hati. Bahkan orang dengan gejala ini tak peduli meski tumpukan sampah mengganggu tempat mereka tidur atau beraktivitas.

4. Kualitas Hidup Buruk


Kualitas Hidup Buruk
Pxhere

Perilaku berantakan dan suka menimbun membuat kualitas hidup penderita hoarding disorder kian memburuk. Pasalnya, tumpukan sampah atau benda usang hanya akan membuat lingkungan tempat tinggal kotor dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Para ahli dari Cleveland Clinic membenarkan pendapat demikian.

"Kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Ini menyebabkan stres, malu dalam kehidupan sosial, keluarga dan pekerjaan mereka. Itu juga dapat menciptakan kondisi hidup yang tidak sehat dan tidak aman," tinjau Cleveland Clinic.

5. Hubungan Dengan Keluarga Atau Teman Buruk


Hubungan Dengan Keluarga Atau Teman Buruk
Pexels

Profesor psikologi Elsa Siipola melihat penderita hoarding disorder biasanya memiliki hubungan yang kurang baik dengan keluarga atau lingkungan sekitar. Pasalnya, perilaku mereka kerap membuat orang lain tak nyaman. Bila ditegur, tentu penderita hoarding disorder akan acuh bahkan balik marah.

"Gangguan hoarding disorder dapat menyebabkan masalah hubungan, masalah keamanan, dan masalah kesehatan mental bagi individu. Ini dapat memengaruhi kemampuan individu untuk bekerja, bersekolah, mengurus diri sendiri atau bersosialisasi," jelas Elsa.

6. Mengidap Kecemasan Parah


Mengidap Kecemasan Parah
Pexels

Hoarding disorder adalah masalah psikologis yang dikategorikan sebagai gangguan obsesif-kompulsif atau OCD. Gangguan ini juga sering dikaitkan dengan berbagai masalah mental lain seperti depresi atau gangguan kepribadian.

Penderita hoarding disorder biasanya memiliki tingkat kecamasan yang parah. Karena itu, mereka kesulitan membuang barang tak berguna. Bila dibuang atau jauh dari barang tersebut, penderita akan merasa cemas.

7. Berlangsung Dalam Waktu Yang Cukup Lama


Berlangsung Dalam Waktu Yang Cukup Lama
Pexels

Ciri lain dari hoarding disorder yakni dialami oleh seseorang dalam kurun waktu yang cukup lama. Randy O. Frost, Ph.D mengatakan sifat ini berlangsung terus menerus dan sulit dihilangkan. Tak jarang diperlukan bantuan para ahli atau psikolog untuk mengurangi gejala hoarding disorder.

"Ini adalah kesulitan yang terjadi terus-menerus. Ini bukan sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat. Perilaku ini akan bertahan lama dan dianggap sebagai gangguan penimbunan," papar Randy.

Nah, itu dia pengertian dan 7 ciri penderita hoarding disorder. Bila sobat WowKeren memiliki ciri salah satunya, maka Anda perlu waspada dan segera berobat ya. Jangan sampai gangguan ini mempengaruhi kualitas hidup Anda.

Sementara, di Artikel selanjutnya, WowKeren akan mengulas faktor penyebab munculnya perilaku hoarding disorder. Terus nantikan ya, see you!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait