Mengenal Generasi Sandwich, Istilah yang Kini Melekat Pada Kaum Milenial dan Gen Z
Pexels/Alex Green
SerbaSerbi

Istilah generasi sandwich jadi semakin populer karena kian melekat pada kaum milenial dan Gen Z. Lantas, istilah apakah itu serta bagaimana ciri-ciri dan dampaknya?

WowKeren - Generasi sandwich jadi semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia karena cukup lekat dengan kaum milenilal dan Gen Z. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tulang punggung keluarga.

Secara lebih detail, generasi sandwich adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang harus menanggung beban hidup diri sendiri, orangtua hingga anak-anaknya. Kondisi ini menyerupai sandwich atau roti isi yang menghimpit keju, sayur hingga daging.

Roti bagian atas diibaratkan sebagai orangtua, sedangkan roti bagian bawah dapat dianalogikan sebagai anak. Sedangkan generasi sandwich terhimpit di bagian tengah karena mereka harus bertanggung jawab atas kedua roti tersebut.


Generasi milenial atau mereka yang lahir di tahun 1981 hingga 1996 digolongkan sebagai generasi sandwich baru karena terdampak pandemi COVID-19. Bahkan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa Gen Z juga terancam menjadi generasi sandwich.

"Ini adalah generasi yang harus menanggung beban keuangan orang tuanya karena masuk usia pensiun sementara dia juga harus menanggung beban keluarga kecilnya. Generasi milenial dan Z harus bersiap menjadi itu," ujarnya sebagaimana dilansir dari Bisnis.com.

Berkaitan dengan hal ini, tim redaksi WowKeren akan mengulas lebih dalam apa itu generasi sandwich, mulai dari ciri hingga dampaknya. Yuk simak informasi lengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Ciri-Ciri Generasi Sandwich


Ciri-Ciri Generasi Sandwich
Pexels/Ron Lach

Terdapat tiga ciri berbeda dari generasi sandwich yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Hal itu tergantung dari rentang usia dan jumlah tanggungan setiap orang. Untuk lebih jelasnya, yuk simak keterangannya berikut ini:

a. The Traditional Sandwich Generation

Ciri-ciri generasi sandwich yang masuk dalam kategori ini adalah orang dewasa berusia 40-50 tahun. Mereka harus menanggung kebutuhan finansial diri sendiri, anak-anak serta orangtuanya yang sudah berusia lanjut.

Memang sulit melepaskan diri dari generasi sandwich. Namun Anda bisa memutus rantai tradisional generasi sandwich dengan cara memanfaatkan potongan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), membekali anak dengan pendidikan finansial serta menyiapkan dana pensiun.

b. The Club Sandwich Generation

Ciri kedua ini terbilang lebih sengsara dari yang pertama. Pasalnya, generasi ini berisikan orang dewasa dengan rentang usia 30-60 tahun yang diapit banyak anggota keluarga. Mulai dari orangtua, anak, cucu hingga kakek dan nenek.

Dengan banyaknya tanggungan yang dimiliki, mereka berisiko lebih menderita secara fisik maupun emosional. Mereka juga berisiko mengalami berbagai masalah seperti depresi, sulit mengelola pekerjaan hingga tak bisa memikirkan diri sendiri.

c. The Open Faced Sandwich Generation

Kategori ini sedikit berbeda dengan dua lainnya karena tidak dikhususkan untuk usia tertentu. Terlepas dari relasinya, setiap orang yang terlibat dalam pengasuhan lansia akan masuk dalam kategori ini. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang belum menikah.

Kaum milenial dan Gen Z juga bisa masuk dalam ciri ketiga ini. Pasalnya, ada banyak anak muda berusia 20 hingga 30-an yang sudah menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi orangtua maupun saudara-saudaranya. Mereka pun tak bisa menikmati masa mudanya dengan baik karena dipusingkan dengan masalah ekonomi keluarga.

2. Dampak Generasi Sandwich


Dampak Generasi Sandwich
Pexels/Liza Summer

Menjadi bagian dari generasi sandwich tentunya tidak mudah. Mereka yang berada di situasi ini bisa sangat kesulitan hingga berisiko mengalami depresi. Kesempatan untuk membahagiakan diri sendiri pun cukup kecil karena pikiran mereka terus dipenuhi dengan keluarga. Untuk lebih jelasnya, simak dampak generasi sandwich di bawah ini:

a. Stres Berat

Seperti yang dijelaskan di awal, generasi sandwich rentan mengalami stres yang berujung pada depresi. Kesehatan mentalnya akan terganggu karena mereka terus memikirkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan diri sendiri dan anggota keluarganya.

Hal ini akan lebih buruk karena mereka hampir tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan dan membahagiakan dirinya sendiri. Bahkan banyak dari mereka yang tak sanggup bermimpi untuk pergi berlibur demi menjernihkan pikiran. Tentu saja, semua hal ini adalah akar dari stres tingkat tinggi.

b. Burnout Saat Kerja

Generasi sandwich dituntut bekerja dengan ekstra keras karena banyaknya tanggungan yang mereka miliki. Mereka akhirnya bekerja tanpa kenal waktu agar bisa menghasilkan uang sebanyak-banyaknya. Alhasil, mereka akan kekurangan waktu istirahat dan berisiko mengalami kelelahan ekstrem.

Kondisi ini bisa memicu terjadinya burnout saat kerja. Anda akan merasa lelah setiap saat, emosi jadi tidak stabil, sulit berkonsentrasi, sering sakit hingga tidak memiliki motivasi saat bekerja. Ini adalah sinyal yang menandakan tubuh Anda tidak baik-baik saja, sehingga Anda harus mewaspadainya.

c. Merasa Bersalah dan Tidak Puas

Mirisnya, generasi sandwich akan merasa bersalah dan tidak puas meski sudah bekerja dengan begitu keras. Biasanya perasaan ini muncul karena kebutuhan anggota keluarganya tidak bisa mereka penuhi secara maksimal. Situasi ini akan lebih parah jika mereka merasa gagal memenuhi ekspektasi atau harapan orangtua dan anak-anaknya.

Jika terus dibiarkan, perasaan ini bisa mengganggu kesehatan mental yang bersangkutan. Mereka mudah menyalahkan diri sendiri dan akhirnya tidak puas dengan apa yang sudah dilakukannya, bahkan ketika usahanya sudah teramat maksimal.

d. Mudah Khawatir

Dampak berikutnya jadi generasi sandwich adalah memiliki rasa khawatir berlebihan. Kekhawatiran terbesar mereka adalah takut tidak mampu memberikan yang terbaik atau memenuhi kebutuhan orangtua dan anak-anaknya.

Kecemasan berlebih ini bisa menjadi bom waktu jika terus dibiarkan, sehingga Anda harus meluapkannya untuk mengurangi beban pikiran. Ceritakan uneg-uneg Anda pada orang terpercaya dan mulailah berpikir positif setiap hari.

Nah itu dia ciri hingga dampak generasi sandwich yang perlu kita ketahui. Dalam artikel berikutnya, tim redaksi akan menghadirkan beberapa cara untuk meminimalisir dampaknya. Jadi, pastikan untuk menantikannya!

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait