DJ Angger Dimas mantan suami Tamara Tyasmara mencabut surat penolakan autopsi usai curiga sang putra diduga tak meninggal karena kecelakaan, melainkan dibunuh dengan cara sengaja ditenggelamkan.
- Sisilia Rizky Azalea
- Senin, 05 Februari 2024 - 08:07 WIB
WowKeren - Penyebab kasus kematian anak Tamara Tyasmara dan DJ Angger Dimas perlahan mulai terkuak. Kini, Angger mencurigai jika sang anak tak meninggal karena kecelakaan, melainkan dibunuh dengan cara sengaja ditenggelamkan.
Di tengah kecurigaannya itu, Angger berbagi foto pilu bersama mendiang sang putra. DJ 35 tahun kelahiran Jakarta itu memposting foto sedang tidur bersama Dante sembari menggaungkan keadilan untuk sang putra. Angger meminta dengan sangat agar pihak polisi segera menangkap dan menghukum pelaku jika benar ditemukan tindak pidana di balik kasus kematian Dante.
”Saya dan keluarga itu meyakini bahwa anak saya itu Raden Andante Khalif Pramudityo kehilangan nyawa itu bukan tenggelam, tapi diduga ditenggelamkan, diduga ditenggelamkan dan saya juga meyakini lah pihak-pihak kepolisian itu akan memproses kasus ini, karena banyak yang menurut saya janggal,” kata Angger saat melakukan wawancara via daring dengan media.
”Saya harap secepatnya dibuka (kasus kematian Dante), supaya jika ada tindak pidana, jika ditemukan tindak pidana di CCTV itu, tolong hukum seberat-beratnya, seberat-beratnya, maaf kalau saya agak emosi,” tegas Angger.
Mulanya, Angger mempercayai jika sang putra meninggal murni karena kecelakaan. Namun, ia menemukan beberapa kejanggalan dan emosi usai menduga sang putra sengaja ditenggelamkan.
”Saya minta keadilan, karena diduga anak saya tidak tenggelam, tetapi diduga ditenggelamkan. Itu yang membuat saya sangat emosional,” ujar Angger.
”Di saat ada kecurigaan, saya sudah bergerak. Dengan bantuan saksi-saksi yang ada di TKP, saya akhirnya melakukan penelusuran lebih lanjut,” terang Angger.
Angger bahkan sudah datang ke kantor polisi guna mencabut surat penolakan autopsi agar memudahkan proses penyelidikan. ”Untuk mempermudah proses penyelidikan, saya mencabut surat penolakan autopsi,” papar Angger.
Sayangnya, Angger eggan menyebut nama pelaku yang ia curigai. ”Saya tidak bisa menyebutkan nama, tidak bisa memberikan informasi confidential,” pungkas Angger.
(wk/Sisi)