Sempat Ejek Tubuh Kim Kardashian, Kanye West Kini Temui Donald Trump
Selebriti

Sebelum menjadi presiden, Donald Trump pernah mengolok-olok tubuh Kim Kardashian.

WowKeren - Kanye West dan Donald Trump nampaknya kini sudah menjadi sahabat. Setelah Trump terpilih sebagai Presiden AS, rapper berusia 39 tahun itu menemuinya pada Selasa (13/12) kemarin di Manhattan. Mengenakan pakaian serba hitam, pelantun "Famous" ini begitu akrab dengan Trump.

Namun perlu diketahui, jauh sebelum pertemuan mereka itu, Trump pernah menyulut api permusuhan dengan istri Kanye West, Kim Kardashian. Dalam wawancara radio Sirius XM tahun 2012, Trump sempat mengolok-olok bentuk tubuh Kim Kardashian.

"Apakah ia mempunyai tubuh bagus? Tidak... Apakah ia punya bokong gendut? Tentu," komentar Trump kala itu dilansir US Weekly. "Dan jika itu bukan Kim, mereka akan mengatakan, 'Wow, Aku tidak ingin pergi keluar dengannya.'"

Trump bukan hanya sekali saja ketahuan mengejek Kim Kardashian di depan umum. Saat tampil di "Showbiz Tonight", Trump kembali mengkritik tubuh Kim yang saat itu tengah mengandung anak pertamanya dengan Kanye West.

"Ia (Kim) adalah orang yang baik. Aku mengenalnya bertahun-tahun. Ia sungguh orang yang baik," ujarnya. "Ia menjadi sedikit lebih besar. Aku akan mengatakan ini, aku tidak berpikir kamu berpakaian seperti bobotmu 120 pon."

Meski begitu, masa lalu biarkan berlalu. Trump dan Kanye kini sudah menjalin hubungan baik. Ayah Saint West dan North West ini secara terang-terangan mengaku mendukung Trump. Sang presiden terpilih itu juga memuji Kanye West saat bertemu di Trump Tower.

"Ia adalah seorang laki-laki yang baik," ujar Trump. "Kami telah berteman cukup lama. Jaga dirimu baik-baik. Aku akan bertemu denganmu segera."

Setelah bertemu, Kanye West kemudian menjelaskan tujuan kunjungannya ke sosok yang "dimusuhi" para selebriti itu. Kanye mengaku ingin membicarakan masalah-masalah multikultural dengan Trump.

"Persoalan-persoalan itu meliputi perundangan, dukungan kepada guru, modernisasi kurikulum, dan kekerasan di Chicago," ujarnya di Twitter. "Menurut aku penting untuk menjalin komunikasi langsung dengan orang yang akan menjadi presiden jika kita memang ingin perubahan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait