Lantas, apa komentar Presiden Jokowi atas kontroversi menenggelamkan kapal pencurian yang dilakukan oleh Menteri Susi?
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 Januari 2018 - 13:15 WIB
WowKeren - Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan memerintahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti untuk menghentikan penenggelaman kapal asing. Luhut bersikeras untuk menghentikan program penenggelaman kapal yang sudah tiga tahun digagas oleh Menteri Susi karena muncul perintah baru dari presiden.
Bagi Luhut, lebih baik kapal yang akan dibakar atau ditenggelamkan dikembalikan lagi kepada nelayan. Ia mengatakan jumlah nelayan yang ada selama ini terlalu banyak, sementara kapal mereka sedikit.
"Mau diapakan itu kapal? Masa mau dibiarkan jadi rusak? Padahal nelayan kita banyak," ungkap Luhut dilansir CNN Indonesia pada Kamis (11/1). "Nelayan kita ini sekarang banyak yang di darat. Saya bilang kenapa tidak kapal itu diberikan melalui proses yang benar kepada koperasi-koperasi nelayan kita sehingga mereka melaut."
Luhut menambahkan bahwa perintah presiden sekarang harusnya lebih diutamakan. Dalam ranah menteri kelautan dan perikanan, menteri Susi harusnya lebih fokus pada peningkatan ekspor minyak ketimbang penenggelaman kapal asing.
"Nah, presiden memerintahkan untuk fokus pada tugas kita masing-masing," ungkap Luhut beralasan. "Apa itu? Peningkatan ekspor misalnya di KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan)."
Sementara itu, Menteri Susi mengatakan bahwa penenggelaman kapal adalah amanat undang-undang. Harusnya Luhut mengusulkan hal itu kepada presiden sebelum memintanya untuk menghentikan penenggelaman.
"Kalau ada yang berkeberatan atau ada yang merasa itu tidak pantas, penenggelaman kapal dilakukan pada kapal-kapal ikan asing yang tertangkap mencuri ikan, tentunya harus membuat satu usulan," ungkap Menteri Susi tegas. "Usulan itu kepada presiden untuk memerintahkan menterinya merubah UU Perikanan dimana ada pasal penenggelaman menjadi tidak ada. Menteri nanti mengajukan ke Badan Legislasi DPR."
Menteri Susi juga menyatakan bahwa keputusannya sudah didukung oleh Presiden "Kan Pak Jokowi sudah bicara. Saya tidak perlu bicara lagi," terang Menteri Susi.
Di sisi lain, Presiden Jokowi memuji tindakan yang sudah diambil oleh Menteri Susi. Dalam pidatonya di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Senin (8/1), Jokowi mengatakan bahwa pencuri ikan kini takut mendekati perairan Indonesia karena efek dari perintah Menteri Susi.
"Sudah tiga tahun ini, ribuan kapal asing pencuri ikan semuanya sudah nggak berani mendekat. Karena apa? Semuanya ditenggelamkan sama Bu Susi," ujar Jokowi. "Sudah 317 kapal yang ditenggelamkan Bu Susi. Bu Susi itu perempuan, tapi serem. Takut semuanya kepada Bu Susi."
(wk/)