Video Lawas Vanessa Angel 'Om Telolet Om' Dibully, Polisi Bantah Lindungi Klien Prostitusi
Selebriti

Polisi akhirnya angkat bicara soal perbedaan perlakuan antara Vanessa Angel dengan para pengguna jasa prostitusi.

WowKeren - Vanessa Angel masih dibully netizen karena kasus prostitusi. Walau baru sebatas saksi, netter meyakini kalau Vanessa sudah sering bertransaksi bahkan curiga lebih dari 15 kali.

Video lawas Vanessa belakangan banyak beredar di dunia maya. Salah satunya video Vanessa menyebut "Om Telolet Om" sambil ngakak dan tampil seksi yang tak urung banjir sindiran. Sejumlah netter mengecam sikap Vanessa yang dinilai membuat malu keluarga.


"Gk kasian sih ama dia. Cuman kesian sm bpk mendiang ibunya," kata netter via gosipnyinyir2. "Om...teloletnya 80 jeti," kata yang lainnya.

Vanessa Angel

Instagram

Sementara itu, pengacara Hotman Paris Hutapea sempat mengungkap kejanggalan dalam kasus Vanessa Angel. Hotman maupun netter heran karena polisi cuma mengungkap fakta soal Vanessa ketimbang pengguna jasa prostitusinya.

Hotman lantas meminta agar polisi segera mengungkap daftar pemakai atau klien Vanessa serta artis prostitusi lainnya. Meski tak menganggap Vanessa sebagai korban, Hotman tetap berharap penyelidikan dilakukan secara adil.

"Haloo... pagi ini kaum wanita mulai protes kenapa identitas artis esek-esek dibuka di tv oleh penyidik sampai berapa uang transfer dikasih tahu oleh penyidik," ujar Hotman. "Tapi cowok-cowoknya namanya pun tidak disebutkan satupun. Itu fair gak pada wanita? Bayangin kalau 45 artis. kalau 1 artis pernah melayani 10 konglomerat atau pejabat, berarti 450 cowok-cowok di Jawa Timur akan kena. Tapi kenapa ada seolah-olah dugaan diskriminasi. Kan dalam hukum pembuktian kan harus dua-duanya jadi saksi baru klop."

Menanggapi anggapan cuma mengorek aib Vanessa, polisi langsung membantah berniat melindungi pria hidung belang yang diisukan pejabat atau konglomerat. Polisi punya alasan tersendiri untuk tak gegabah menyebut nama-nama klien muncikari dan Vanessa.

"Siapapun bisa kita buka. Cuma memang polisi mengungkapkan aib atau nggak?" kata Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. "Mau diungkap juga bisa. Polisi bukan mau mencari aib kok. Masa mau diungkapkan (sekarang) laki-lakinya? Pada saat gelar di pengadilan baru lah akan kelihatan siapa-siapa yang ada dalam situ, termasuk laki-lakinya."

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai polisi merahasiakan identitas demi memperlancar penyidikan kasus. "Untuk pengguna yang lain (selain kasus Vanessa), saya menduga karena belum atau tidak tertangkap tangan, maka polisi dapat menutupi identitas agar yang bersangkutan tidak mempersulit pemeriksaan, misalnya dengan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," kata Poengky.

You can share this post!

Related Posts
Loading...