Menkeu Sri Mulyani Komentari Penetapan Tarif MRT Rp 14.000
Nasional

Penetapan tarif tersebut menimbulkan kontroversi karena jauh lebih mahal dari rencana sebelumnya yang hanya Rp 8.500.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) sebesar Rp 14.000. Tarif ini dinilai sudah sesuai dengan daya beli masyarakat. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Sri, besaran tarif tersebut masih dalam jangkauan yang selama ini telah diperkirakan. Selain disesuaikan dengan daya beli masyarakat, tarif sebesar Rp 14.000 diharapkan mampu menyeimbangkan semua aspek.

"Keputusan yang dilakukan Pak Gubernur sama DPRD itu masih dalam range yang selama ini diperkirakan," kata Sri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (29/3). "Sesuai dengan pertama keinginan menjaga MRT, kedua dari sisi affordability, daya beli masyarakat, ketiga tentu ini bisa seimbangkan semua aspek."

Sementara itu jika dilihat dari sisi pihak MRT sendiri, tarif ini juga dinilai Sri cukup baik. Sebab pada dasarnya, penerimaan bisa berasal dari sumber selain tiket MRT.

"Jadi cukup baik lah, meskipun tetap akan ada subsidi," tutur Sri. "Nanti kan bisa berasal dari penerimaan yang berasal non passenger."


Diketahui, total investasi yang tertanam untuk proyek MRT jumlahnya mencapai Rp 16 triliun. Sri mengakui bahwa investasi tersebut tidak mungkin bisa berbalik jika hanya mengandalkan dari pendapatan tiket.

Hal tersebut mengingat tarif yang dibebankan hanya Rp 2.500 dari stasiun satu ke stasiun lainnya. Meski demikian, ia yakin dengan adanya MRT akan bisa memberikan efek besar bagi perekonomian.

"Rp 16 triliun tentu tak akan berbalik hanya dari tiket, kalau dilihat jarak dan berhenti satu stasiun ke stasiun lain hanya bayar Rp 2.500," jelas Sri. "Tapi kan itu tadi bisa menimbulkan multiplier effect lainnya ke perekonomian."

Sebelumnya, penetapan tarif MRT sebesar Rp 14.000 menimbulkan kontroversi. Pasalnya, jumlah tersebut dinilai sangat mahal terutama bagi masyarakat kecil.

Jumlah ini jauh lebih tinggi daripada perencanaan harga tiket sebelumnya yang hanya berkisar di angka Rp 8.500. Mengenai penetapan tarif ini, Anies dianggap telah memutuskan secara sepihak.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait