Dalam pertemuan tersebut, tiara yang dikenakan Ratu Elizabeth II menjadi sorotan. Ia memakai tiara ruby merah dan juga kalung yang senada. Bukan bentuk atau warnanya yang menjadi sorotan, namun makna tiara tersebut.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 06 Juni 2019 - 10:52 WIB
WowKeren - Ratu Elizabeth II bertemu dengan Presiden Amerika Serkat (AS) Donald Trump di Istana Buckingham, Senin (3/6) lalu. Trump didampingi istrinya, Melani Trump, sementara Ratu Elizabeth bersama dengan Pangeran Charles.
Dalam pertemuan tersebut, tiara yang dikenakan Ratu Elizabeth II menjadi sorotan. Ia memakai tiara ruby merah dan juga kalung yang senada. Bukan bentuk atau warnanya yang menjadi sorotan, namun makna tiara tersebut.
Tiara ruby yang digunakan Ratu Elizabeth II terbuat dari ruby Burma dan berlian yang dibuat oleh House of Garrard ketika dia naik tahta pada 1973, seperti yang dilansir dari WWD. Batu ruby tersebut merupakan hadiah pernikahan untuk ratu dari rakyat Myanmar (Burma) pada 1947.
Permata tersebut termasuk batu yang sangat langka dan batu terlarang di AS. Menurut Garrard, 96 buah batu ruby pada tiara tersebut memiliki mana simbolis. Dalam budaya Burma, baru ruby akan melindungi seseorang dari kejahatan dan penyakit.
Selain itu, seorang netter juga mengungkapkan arti lain perhiasan yang digunakan Ratu Elizabeth II saat bertemu Trump. "Dia memakai Orders dari King Georges V dan V1, mahkota, kalung dan anting Ratu Victoria. Dia tidak bisa lebih jelas lagi menegaskan dirinya sebagai pemimpin Monark," tulisnya.
Sementara itu, kesempatan ini bukan pertama kalinya Ratu Elizabeth II "menundukkan" Trump dengan fashion statement perhiasannya. Musim panas lalu, ia menggunakan tiga bros kenegaraan yang berbeda saar kunjungan Trump. Salah satu bros yang digunakannya, pernah dipakai saat pemakaman sang ibu.
Busana yang dipakainya bersama dengan bros pemakaman itu juga dipakainya saat ke Parliament karena pemungutan suara Brexit. Padanan busana tersebut dianggap sebagai "pakaian resmi Ratu Elizabeth II untuk menyatakan penolakannya atau tidak ingin."
(wk/nris)