Taylor Swift Hapus Lirik Ini dari Lagu 'ME!' Akibat Dikritik
Getty Images
Musik

Bukan masalah nada atau pun konsep yang diusung, 'ME!' justru mendapat kritikan akibat salah satu liriknya di awal lagu, yaitu 'Hey kids! Spelling is fun!'

WowKeren - Taylor Swift akhirnya meluncurkan album barunya, "Lover", pada 23 Agustus waktu setempat. Album ketujuh pelantun "Look What You Made Me Do" ini terdiri dari 18 lagu secara keseluruhan, termasuk beberapa di antaranya yang sudah dirilis lebih dulu. Sebut saja "ME!", "You Need To Calm Down", "The Archer", serta title track "Lover".

Namun rupanya sebelum resmi dirilis, Taylor memberikan beberapa gubahan pada albumnya ini. Tak terkecuali lagu "ME!" yang merupakan kolaborasinya dengan vokalis Panic At the Disco, Brendon Urie.


Lagu "ME!" sendiri memang bisa dibilang menjadi sajian upbeat yang diusung dengan nuansa cerah serta easy listening. Meski demikian, lagu ini rupanya juga tak luput dari kritik sejumlah pengamat musik. Bukan masalah nada atau pun konsep, "ME!" justru mendapat kritikan akibat salah satu liriknya di awal lagu, yakni "Hey kids! Spelling is fun!"

Lirik tersebut memang dinilai cukup menjadi satu bagian yang paling mencuri perhatian dan memorable. Namun banyak yang menganggap jika lirik tersebut terdengar aneh dan tak penting, lantaran Taylor sama sekali tak mengeja apapun setelah menyerukan "Hey kids! Spelling is fun!".

Mungkin lantaran kritik ini lah Taylor akhirnya memutuskan untuk menghapus lirik tersebut saat album "Lover" dirilis di Apple Music. Dilansir Billboard pada Sabtu (24/8), Taylor sendiri sebenarnya pernah menjelaskan kenapa ia menambahkan lirik tersebut dalam lagu "ME!" sebelumnya.

"Itu sebenarnya kata-kata yang kami ucapkan saat di studio. Aku ingin mengatakan, 'Hey, Kids! Spelling is fun' karena kami ingin semua orang tahu kalau lagu ini bukan lagu cinta yang serius," tutur Taylor saat diwawancara pada bulan April lalu, setelah "ME!" dirilis.

Di sisi lain, album ketujuh Taylor ini bercerita tentang kisah cinta, sesuai dengan judulnya. "Album ini berjudul 'Lover'. Album ini seperti surat cinta untuk cinta itu sendiri. Dan kupikir, cinta itu seperti inspirasi untuk menuliskannya. Khususnya bagi penulis lagu, karena cinta itu merupakan banyak hal," tutur Taylor.

"Cinta itu adalah sebuah kerumitan, perjuangan, kesakitan, kegembiraan, harapan, dan cinta itu adalah kesetaraan," lanjut pelantun "I Knew You Were Trouble" tersebut.

"Lover" sendiri menjadi album pertama pelantun "We Are Never Ever Getting Back Together" tersebut setelah ia memutuskan untuk pindah label rekaman ke Republic Records dan Universal Music Group (UMG) pada 2018 lalu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...