Taylor Swift Dilarang Nyanyikan Lagu Lamanya di AMAs 2019, Tagar #IStandWithTaylor Jadi Trending
Getty Images
Musik

Sebelumnya, pelantun 'ME!' tersebut direncanakan bakal mendapat penghargaan Artist of the Decade di ajang AMAs 2019 dan menyanyikan medley lagu-lagu hit terbesarnya selama satu dekade terakhir.

WowKeren - Ajang penghargaan musik bergengsi, American Music Awards, kembali digelar. Ajang tahunan yang dinantikan oleh para insan musik Hollywood ini telah mengumumkan deretan musisi yang masuk dalam sejumlah nominasi.

Tak cuma itu, pihak penyelenggara menyatakan bahwa dalam acara ini si cantik Taylor Swift akan mendapatkan penghargaan khusus. Pelantun "You Need to Calm Down" tersebut akan mendapatkan penghargaan Artist of the Decade alias Musisi Abad Ini.


Nantinya, pelantun "Lover" ini akan turut memperingati kariernya selama satu dekade belakangan dengan medley lagu-lagu hit terbesarnya. Namun sayangnya, belum lama ini Taylor justru mendadak curhat pada para penggemarnya di media sosial dan meminta bantuan lantaran ia dilarang membawakan lagu-lagu lamanya.

Pada Kamis (14/11) waktu setempat, Taylor mengunggah pesan panjang kepada para pengikutnya di akun media sosial yang berisi pernyataan bahwa Scott Borchetta dan Scooter Braun menghalanginya untuk bisa menampilkan lagu-lagu lama di televisi saat acara American Music Awards 2019. Dalam unggahan berjudul "Tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan" tersebut, Taylor menulis kepada para penggemarnya seperti berikut ini:

"Teman-teman, sudah diumumkan baru-baru ini bahwa American Music Awards akan memberikan penghargaan kepadaku sebagai Artist of the Decade Award pada perayaan tahun ini. Aku sudah merencanakan untuk menampilkan medley lagu-laguku selama satu dekade di acara itu. Scott Borchetta dan Sooter Braun sekarang mengatakan kalau aku tidak diizinkan menyanyikan lagu-lagu lamaku di televisi karena mereka mengklaim itu artinya harus merekam ulang musikku sebelum aku diperbolehkan melakukannya tahun depan."

"Sebagai tambahan, ini bukanlah yang aku rencanakan mengatakan pada kalian berita ini. Netflix sudah membuat dokumenter mengenai kehidupanku selama beberapa tahun terakhir. Scott dan Scooter sudah menolak penggunaan musik lamaku atau rekaman penampilanku untuk proyek ini, meskipun tidak penyebutan kedua orang itu atau Big Machine Records di film."

Taylor juga menyebut ada dua syarat yang diajukan Scott Borchetta kepada timnya agar ia bisa menggunakan musiknya. Pertama, ia harus setuju tidak merekam ulang versi copy dari lagu-lagunya tahun depan. Kedua, ia diminta untuk tidak membicarakan Scott maupun Scooter.

"Ini salah. Tidak satu pun dari kedua pria itu punya andil dalam penulisan lagu-lagu itu. Mereka tidak melakukan apapun untuk membangun hubungan yang kupunya dengan para penggemarku. Jadi, di sinilah aku meminta pertolonganmu. Tolong buat Scott Borchetta dan Scooter Braun tahu apa yang kalian rasakan mengenai hal ini," lanjutnya. "Aku khususnya meminta pertolongan dari The Carlyle Group, yang menaruh uang untuk penjualan musikku kepada kedua pria ini".

Akibat curhatan Taylor ini, tagar #IStandWithTaylor pun langsung viral di media sosial Twitter. Banyak yang menyerukan dukungan pada sang idola dan mengecam tindakan Scott Borchetta serta Scooter Braun habis-habisan.

Di sisi lain, sebelumnya diketahui bahwa perusahaan Ithaca Holdings LLC milik Scooter Braun mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Big Machine Records dengan nominal sebesar USD 300 juta. Kesepakatan ini tentunya mau tak mau juga mencakup hak atas seluruh katalog musik milik Taylor.

Katalog musik milik Taylor ini tentunya meliputi karyanya sejak awal kariernya hingga tahun 2017 lalu, termasuk enam albumnya selama masih bernaung di bawah nama Big Machine Records. Diketahui, musisi cantik tersebut memang baru saja pindah label rekaman ke Republic Records dan Universal Music Group (UMG) pada 2018 lalu.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts