Jokowi 'Lepas Tangan' Soal Heboh Isu Pelecehan Terhadap Pramugari Garuda
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Jokowi membenarkan bahwa pihaknya dan Kementerian BUMN tak bisa mengintervensi dugaan pelecehan seksual itu. Isu ini sendiri muncul seiring dengan perkembangan kasus penyelundupan Harley dan Brompton.

WowKeren - Kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton di lambung pesawat baru Garuda Indonesia terus menyita perhatian masyarakat. Apalagi kekinian kasus itu turut membuka "tabir gelap" di internal maskapai yang selama ini tak tercium publik.

Sebagai pengingat, setelah kasus ini mencuat, warganet anonim dengan akun @digeeembok tampil demi membeberkan semua skandal petinggi Garuda Indonesia. Beberapa di antaranya terkait praktik eksploitasi dan pelecehan terhadap awak kabin, khususnya pramugari, Garuda Indonesia.

Isu itu pun semakin liar berkembang dan mendapat perhatian dari kalangan masyarakat. Termasuk dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang mengaku siap mengambil tindakan tegas bila terbukti ada pejabat yang terlibat dalam praktik eksploitasi itu.

Namun demikian, Erick mengaku hanya bisa memproses isu itu sebatas dari sisi korporasinya. Sebab secara hukum sudah berada di luar kewenangan kementeriannya.


"Kalau amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya nanti bukan di saya, tapi itu mungkin hukum yang lain, yaitu mungkin di Kepolisian," kata Erick ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/12). "Kalau saya kan lebih korporasi."

Presiden Joko Widodo pun ikut buka suara terkait isu heboh tersebut. Senada dengan Erick, Jokowi juga menilai pihaknya maupun Kementerian BUMN hanya bisa "lepas tangan" dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Itu bukan urusan BUMN lagi, itu urusan polisi," jelas Jokowi usai meninjau proyek LRT, Kamis (12/12).

Di sisi lain, Erick mengaku masih belum menemukan aturan hukum yang jelas untuk mengatasi dugaan eksploitasi kru kabin itu. Namun Erick berharap Indonesia bisa berkaca pada kebijakan-kebijakan yang biasa diterapkan oleh perusahaan multinasional.

Oleh karena itu, Erick berharap harapan masyarakat untuk menuntaskan masalah eksploitasi ini tak padam. Sebab Erick berjanji akan mengambil tindakan tegas bila praktik eksploitasi itu terbukti ada. Apalagi karena sejatinya tindakan pelecehan seksual tak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku umum di masyarakat.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts