Anggota Parlemen Iran Tawarkan Rp 40 Miliar Untuk Orang Yang Bisa Bunuh Donald Trump
Dunia
AS-Iran Memanas

Tawaran tersebut diberikan oleh Ahmad Hamzeh, seorang anggota parlemen Iran yang mewakili wilayah Kahnouj, dekat Kerman, untuk membalas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

WowKeren - Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas sejak kedua negara saling berbalas serangan beberapa waktu lalu. AS diketahui telah menghabisi Jenderal Iran Qasem Soleimani, dan Iran pun membalasnya dengan mengirimkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Irak.

Seorang anggota parlemen Iran lantas menawarkan yang sebesar USD 3 juta atau setara Rp 40,3 miliar kepada "siapa saja yang bisa membunuh" Presiden AS Donald Trump. Melansir AFP pada Rabu (22/1), tawaran tersebut diberikan oleh Ahmad Hamzeh, seorang anggota parlemen yang mewakili wilayah Kahnouj, dekat Kerman, untuk membalas kematian Soleimani.


Hamzeh menyampaikan tawaran tersebut mewakili warga Kerman. Diketahui, Kerman merupakan kampung halaman Soleimani dan tempat sang jenderal dimakamkan.

"Kami akan memberikan USD 3 juta kepada siapa saja yang membunuh Trump," tutur Hamzeh. Meski demikian, Hamzeh tak menjelaskan secara rinci soal siapa yang akan memberikan uang imbalan tersebut.

Tawaran ini rupanya disampaikan oleh Hamzeh sekitar sebulan sebelum digelarnya Pemilu parlemen. Masih belum diketahui apa motif Hamzeh menyampaikan penawaran tersebut.

Sementara itu, tawaran Hamzeh atas nyawa Trump telah ditanggapi oleh Duta Besar AS untuk Konferensi Perlucutan Senjata, Robert Wood. Ia menyebut tawaran tersebut bersifat "konyol".

"Namun itu menunjukkan kepada Anda soal sifat teroris yang mendasari rezim itu," pungkas Wood. "Dan bahwa rezim itu perlu mengubah perilakunya."

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan AS telah menyatakan bahwa Soleimani dihabisi atas perintah Trump. Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Bandara Internasional Irak pada Jumat (3/1).

Trump sendiri sempat membeberkan detik-detik kematian Jenderal Soleimani. Hal ini disampaikan oleh Trump ada acara penggalangan dana kepada para donor partainya, Partai Republik di resort pribadinya.

"Kamera pengintai mengawasi bermil-mil di langit, hitungan mundur, dan kemudian boom!" kata Trump di Mar-a-Lago, Florida pada Jumat (17/1) pekan lalu, seperti dilansir dari CNN. "Mereka (militer AS) berkata Pak Presiden, mereka (rombongan Soleimani) memiliki waktu dua menit dan 11 detik lagi."

"Mereka sedang berada di mobil lapis baja," sambung Trump saat menceritakan saat-saat terakhir Soleimani tewas. "Pak mereka punya waktu 30 detik, 10 detik, sembilan, delapan ... lalu tiba-tiba boom!"

You can share this post!

Related Posts