Tentara AS Gegar Otak Gegara Rudal Iran, Reaksi Tak Terduga Donald Trump Disorot
Getty Images
Dunia
AS-Iran Memanas

Sebanyak 11 tentara AS yang terdampak rudal balasan Iran ke pangkalan militer di Irak dinyatakan mengalami gejala gegar otak. Mereka pun telah dievakuasi ke fasilitas medis di Jerman dan Kuwait.

WowKeren - Memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memang berdampak pada banyak hal. Termasuk diantaranya terkait kondisi kesehatan para tentara AS yang bertugas di pangkalan militer di Irak.

Mereka yang bertugas di pangkalan militer itu memang menjadi perhatian tersendiri karena merupakan sasaran dari rudal balasan Iran. Sebagai pengingat, belasan senjata, mulai dari rudal hingga roket, diarahkan ke pangkalan militer tersebut.


Kendati tak menimbulkan korban jiwa, rupanya banyak tentara AS yang harus mengalami luka berat. Termasuk harus mengalami gejala gegar otak akibat serangan militer tersebut.

Menanggapinya, Presiden AS Donald Trump pun buka suara, namun jawabannya cukup menyedot perhatian. Pasalnya Trump mengaku baru mengetahui kabar kondisi terkini pasukannya tersebut. Mirisnya lagi, Trump lantas menilai cedera yang dialami pasukannya tak terlalu serius.

"Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lain," ujar Trump dengan sikap acuh tak acuh dalam konferensi pers di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (22/1) waktu setempat. "Tetapi saya akan mengatakan, dan saya dapat melaporkan, itu tidak terlalu serius."

Menurutnya apa yang dialami pasukannya bukanlah hal serius. Ia bahkan membandingkan apa yang mereka alami dengan para korban rudal Iran lain. Salah satu korban rudal Iran yang sangat membekas di ingatan publik tentu melayangnya 176 nyawa yang menumpang di pesawat Ukraina.

"Saya telah melihat apa yang telah dilakukan Iran dengan mengebom pasukan kami di pinggir jalan. Saya telah melihat orang-orang tanpa kaki dan tanpa senjata," kata Trump, dikutip dari CNN. "Saya telah melihat orang-orang yang terluka parah di daerah itu, perang itu. Tidak, saya tidak menganggap itu sebagai cedera parah, tidak."

Perihal kondisi terkini pasukan AS korban rudal Iran itu memang telah dibenarkan oleh otoritas terkait. Juru Bicara Komando Pusat Militer AS, Kapten Angkatan Laut Bill Urban, menyatakan pasukannya yang terdampak rudal telah dievakuasi ke fasilitas medis di Jerman dan Kuwait untuk evaluasi lebih lanjut.

You can share this post!

Related Posts