Prancis dan Jerman Sebut AS Sabotase Stok Masker Corona
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pejabat di Jerman menuduh AS telah mencegat pengiriman peralatan medis dari Thailand oleh perusahaan pemasok medis 3M. Begitupun dengan pejabat Prancis yang menuding AS telah mengalihkan pengiriman masker dari Shanghai.

WowKeren - Pejabat Prancis dan Jerman mendadak menuding Amerika Serikat telah membajak pembelian masker dan pasokan medis untuk menangkal virus corona (COVID-19).

Dilansir NPR pada Senin (6/4), beberapa pejabat di Berlin menuduh AS telah mencegat pengiriman peralatan medis dari Thailand oleh perusahaan pemasok medis Amerika 3M, dan mengalihkan peralatan tersebut ke AS pada Jumat (3/4) lalu.


Serupa dengan Jerman, pejabat Prancis juga menuding AS telah mengalihkan pengiriman masker medis dari Shanghai yang awalnya ditujukan untuk mereka. Menurut laporan The Guardian, pejabat tersebut mengatakan AS menawarkan harga yang jauh lebih tinggi untuk membeli pasokan masker corona dari Shanghai.

Tuduhan-tuduhan itu juga dilatarbelakangi lonjakan permintaan peralatan medis seperti masker dan penutup wajah di AS, terutama setelah rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit meminta semua orang Amerika mengenakannya di tempat umum.

Namun AS sendiri dengan tegas membantah tuduhan mengalihkan pasokan dari negara lain. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku telah mendorong perusahaan-perusahaan di AS untuk memprioritaskan pesanan dalam negari dengan menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan.

Pada hari Kamis (2/4) lalu, Trump juga memerintahkan 3M untuk menghentikan ekspor masker N95 ke Kanada dan Amerika Latin. Kemudian pada Jumat (3/4) pagi, 3M memberi balasan dengan memperingatkan pemerintah AS atas dampak implikasi kemanusiaan apabila AS memutuskan untuk mengakhiri pengiriman ke Kanada dan Amerika Latin.

Sebagai pemasok penting respirator, 3M mengaku khawatir kemungkinan negara lain akan membalas dengan mengurangi jumlah keseluruhan respirator yang diekspor ke AS. Hal tersebut menjadi kenyataan. Diketahui, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau telah memberi imbauan penghentian ekspor medis dari Kanada ke AS pada hari Jumat (3/4).

Saat ini seluruh negara di dunia menyerukan penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona. Bahkan badan kesehatan dunia, WHO, telah memberikan imbauan agar seluruh masyarakat menggunakan masker ke manapun sebagai bentuk perlindungan diri guna menekan penyebaran corona.

Sebagai informasi tambahan, saat ini Jerman sendiri menjadi negara keempat dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Hingga berita ini ditulis, Jerman telah mencatatkan lebih dari 100 ribu kasus positif virus corona.

Jerman juga melaporkan ada sekitar 1,584 korban meninggal akibat COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 28,700 pasien yang dinyatakan sembuh. Saat ini, ada sekitar 69,839 kasus aktif di Jerman.

Sedangkan Prancis berada tepat di belakangnya dengan 92,839 kasus terkonfirmasi, di mana 16,183 pasien dinyatakan sembuh dan 8,078 lainnya meninggal dunia. Hal ini juga sekaligus menjadikan Prancis sebagai negara ketiga dengan tingkat kematian tertinggi akibat COVID-19 di dunia, mengekori Italia dan Spanyol.

Sementara itu, hingga kini AS masih menjadi negara dengan jumlah kasus positif virus corona tertinggi di dunia, dengan 336,851 pasien positif COVID-19 yang dikonfirmasi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts