Trump Klaim Tiongkok Picu Kerusakan Besar di Dunia
Dunia

Trump diketahui telah berulang kali menunjukkan amarahnya terhadap Tiongkok. Mulai dari merebaknya COVID-19, pengesahan undang-undang keamanan nasional Hong Kong, hingga perang dagang.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyalahkan Tiongkok dan menyebut Negeri Tirai Bambu tersebut adalah pemicu kekisruhan yang tengah terjadi di AS dan dunia.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Presiden berusia 74 tahun itu melalui akun Twitter pribadinya. "Tiongkok telah menyebabkan kerusakan besar bagi Amerika Serikat dan seluruh dunia," tulis Trump dalam cuitannya.

Trump sendiri diketahui telah berulang kali menunjukkan amarahnya terhadap Tiongkok. Mulai dari merebaknya penularan virus corona (COVID-19), pengesahan undang-undang keamanan nasional terhadap Hong Kong, hingga perang dagang baru-baru ini.

Terkait penyebaran COVID-19 sendiri, Trump sempat menuding Tiongkok tidak transparan mengenai asal mula kemunculan virus. Ia bahkan menuduh bahwa virus corona bersumber dari sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok, alih-alih berasal dari kelelawar.


AS sendiri hingga kini memang terus mengalami lonjakan kasus baru maupun kematian yang disebabkan oleh COVID-19. Berdasarkan statistik Worldometer.info per Selasa (7/7), AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 3 juta kasus corona dengan 132,961 kematian.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

Bahkan ahli penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada Kongres bahwa penanganan virus corona di Negeri Paman Sam berjalan ke arah yang salah. Fauci bahkan mengatakan bahwa pemerintah belum bisa mengendalikan penularan virus corona di AS.

Bukan hanya itu, Fauci juga memperingatkan bahwa kasus corona baru bisa bertambah dua kali lipat menjadi 100 ribu per hari jika pihak berwenang gagal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Sedangkan secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 11,7 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 540 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 6,6 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 4,567,745 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts