Konser Perpisahan Wanna One Disebut Legendaris karena Terlalu Menyedihkan
Musik

Salah satu postingan di situs Theqoo memuat foto Kang Daniel yang berlutut sendirian di atas panggung. Foto ini diambil di konser perpisahan Wanna One saat para member berpamitan kepada penggemar.

WowKeren - Banyak orang yang masih tak rela dengan bubarnya Wanna One, karena boy grup yang debut pada 2017 itu dianggap sebagai tim yang sempurna. Baru-baru ini konser perpisahan mereka kembali menjadi sorotan karena dianggap terlalu menyedihkan.

Salah satu postingan di situs komunitas online Theqoo memuat foto Kang Daniel yang tampak berlutut sendirian di atas panggung. Foto ini diambil di konser perpisahan Wanna One saat para member berpamitan kepada penggemar.


Di konser terakhir Wanna One ini, para member berpamitan dan meninggalkan panggung satu per satu. Netizen yang mempublikasikan postingan menulis bahwa beberapa member memandangi fans sementara yang lain berlutut sambil menangis.

"Kang Daniel adalah satu-satunya yang tersisa di atas panggung dan meninggalkan panggung sendirian. Inilah bagaimana mereka bubar. Produksinya sangat buruk dan tidak mempertimbangkan perasaan (para member dan fans)," tulisnya.

Konser Perpisahan Wanna One Disebut Legendaris karena Terlalu Menyedihkan

Source: Theqoo

Mengenang kembali momen menyedihkan tersebut, para netizen lainnya pun turut sedih. Mereka menganggap konser perpisahan Wanna One ini sangat berkesan karena begitu menyedihkan.

"Kenapa aku menangis saat menonton ini? Ini sangat bermasalah."

"Saat itu Lai Guanlin memeluk para member satu per satu, maknae kami... Dia bilang dia pergi dan berpamitan dengan semua orang dan menghilang begitu saja. Kami semua berpikir bahwa perpisahan seperti ini gila... Aku masih ingat bagaimana para fans berteriak-teriak saat Guanlin pergi... Itu mengejutkan."

"Aku menangis kencang saat itu sampai aku berpikir aku sudah tidak sadar. Orang-orang brengsek yang merencanakan ini adalah psikopat, serius."

"Tapi bukankah kalian tidak tahu bahwa mereka akan bubar? Atau rasa sakitnya terlalu besar? (Jawab: Itu benar, kami sudah tahu sejak awal, tapi tetap salah menyuruh para member berpamitan satu per satu seperti ini... Mereka bisa saja berpamitan dan turun panggung bersama-sama, tapi mereka benar-benar pergi satu per satu dan di sana begitu banyak orang menangis dan aku juga menangis. Melihat 11 orang turun rasanya terlalu mengejutkan)."

"Aku menangis begitu keras saat itu sampai aku sendiri kaget."

"Sudah satu tahun, tapi aku masih ingat suara menangis di konser terakhir itu."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts