Menkeu juga mengingatkan jajarannya untuk terus berjuang melawan pandemi ini. Sebab, mereka yang telah bekerja di lingkungan Kemenkeu adalah orang-orang yang terpilih.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 10 November 2020 - 14:18 WIB
WowKeren - Pemerintah telah menganggarkan sejumlah dana dari APBN untuk penanganan pandemi. Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut jika tantangan Indonesia untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi masih belum usai.
Meskipun APBN sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya, namun masih perlu langkah lanjutan untuk meningkatkan perekonomian. Yang mana menurut wanita yang akrab disapa Ani ini, perjalanan itu masih panjang.
"APBN telah melakukan tugasnya luar biasa tahun ini dan ini bukan episode terakhir," kata Ani dalam peringatan Hari Pahlawan di Kemenkeu, Selasa (10/11). "Masih panjang perjalanan kita untuk memulihkan kehidupan masyarakat dan meningkatkan perekonomian kembali."
Ia juga mengingatkan jajarannya untuk terus berjuang melawan pandemi ini. Sebab, mereka yang telah bekerja di lingkungan Kemenkeu adalah orang-orang yang terpilih. Tak hanya di Indonesia, kondisi terpuruk juga dialami oleh negara-negara di seluruh dunia akibat pandemi ini.
"Kita sedang menghadapi sebuah tantangan yang luar biasa," kata Ani melanjutkan. "Yaitu COVID-19 yang telah mengguncang dunia menyebabkan korban jiwa, dan membuat perekonomian di banyak negara porak-poranda."
Layaknya para tenaga medis, para pegawai di Kemenkeu juga bisa disebut sebagai garda terdepan dalam menghadapi COVID-19. Mereka turut berjuang bagaimana mengelola keuangan negara untuk bisa bertahan di tengah pandemi.
"Jajaran kementerian keuangan yang mengelola keuangan negara ada di garis depan untuk bisa ikut mengatasi tantangan COVID-19,' ujarnya lagi. "Tidak hanya dari sisi kesehatan namun sisi sosial ekonomi dan keuangan."
Sebelumnya, Sri Mulyani sempat memprediksi jika pandemi akan berlanjut hingga 2021. Hal ini disebabkan karena hingga kini vaksin masih belum tersedia.
"Walau ada upaya penemuan vaksin, itu tidak akan terjadi secara serentak dan cepat pada awal 2021," kata Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Rabu (4/11). "Jadi tahun 2021 kita masih akan menghadapi pandemi ini."
(wk/zodi)