Terus Diserukan Trump, Jaksa Agung AS Tegaskan Tak Ada Bukti Pemilu Curang
Reuters
Dunia
Pilpres AS 2020

Jaksa Agung AS William Barr, yang selama ini dikenal sebagai loyalis Trump menegaskan tidak ada bukti memadai terkait tudingan kecurangan Pemilu yang diungkap sang presiden.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyampaikan bahwa Pemilihan Umum pada November 2020 kemarin berjalan curang. Ini merupakan salah satu upaya Trump untuk menolak kemenangan Joe Biden sang rival politik yang akan dilantik pada Januari 2021 mendatang.

Namun belakangan Jaksa Agung AS William Barr dengan tegas menyatakan Kementerian Kehakiman tidak menemukan bukti penipuan pemilih yang cukup signifikan untuk membalikkan kemenangan Biden. Komentar Barr pun menuai sorotan karena selama ini ia dikenal sebagai pengikut setia Trump.

"Sampai saat ini, kami belum melihat kecurangan dalam skala yang dapat mempengaruhi hasil yang berbeda dalam pemilihan," ungkap Barr, dilansir dari TRT pada Selasa (2/12). Komentar Barr ini disampaikan ketika Trump terus berusaha membuktikan adanya kecurangan Pemilu, terutama di negara bagian utama seperti Georgia, Michigan, dan Pennsylvania.

Namun pernyataan Barr ini langsung ditepis oleh kuasa hukum Trump. Pengacara Rudy Giuliani dan Jenna Ellis dalam pernyataannya menegaskan akan terus mengejar kebenaran karena kecurangan itu benar adanya.


"Dengan segala hormat kepada Jaksa Agung, belum ada kemiripan penyelidikan Kementerian Kehakiman," tegas Giuliani dan Ellis. "Kami akan terus mengejar kebenaran melalui sistem peradilan dan badan legislatif negara bagian."

Di sisi lain, Barr tidak menyebutkan klaim tertentu dalam pernyataannya. Ia hanya menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dan sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan tudingan kecurangan tersebut.

"Ada satu pernyataan yang akan menjadi penipuan sistemik dan itu akan menjadi klaim bahwa mesin pada dasarnya diprogram untuk membelokkan hasil pemilihan. Dan DHS dan DOJ telah memeriksanya, dan sejauh ini, kami belum melihat apa pun untuk mendukungnya," jelasnya, merujuk pada hasil pemeriksaan oleh Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Kementerian Kehakiman.

Kendati demikian, Barr membenarkan ada beberapa kecurangan kecil. "Itu bukan tuduhan sistemik. Beberapa sudah luas dan berpotensi mencakup beberapa ribu suara. Mereka telah ditindaklanjuti," tegas Barr.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts