Peringati Hari AIDS Sedunia, Simak 7 Film Indonesia yang Angkat Kisah Penderita HIV
Film
Hari AIDS Sedunia

Salah satu film yang bakal direkomendasikan kali ini adalah 'Mika'. Film yang dibintangi Velove Vexia dan Vino Bastian ini memperlihatkan bagaimana stigma masyarakat kepada penderita HIV/AIDS.

WowKeren - Hari AIDS Sedunia kembali diperingati pada Selasa (1/12) lalu. Setiap tanggal 1 Desember tiap tahunnya, masyarakat kembali diajak untuk menunjukkan solidaritasnya kepada orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). Sebab hingga saat ini, ODHA kerap terasingkan karena stigma masyarakat yang menganggap mereka harus dijauhi.

Namun perlu diketahui, HIV/AIDS memang penyakit menular, tetapi bukan menular hanya karena berdampingan dengan ODHA. Pengetahuan mengenai hidup berdampingan dengan ODHA disampaikan melalui berbagai media, salah satunya film.

Tak banyak yang tahu, banyak film Indonesia yang mengangkat tema tentang HIV/AIDS. Film apa saja? Yuk simak rangkuman yang telah disiapkan tim WowKeren berikut ini.

(wk/nere)

1. Cinta Dari Wamena


Cinta Dari Wamena
layar.id

Film "Cinta Dari Wamena" mengisahkan tiga orang sahabat yang tinggal di sebuah daerah di Papua. Ialah Litius, Tembi, dan Martha. Ketiganya sama-sama berjuang untuk bersekolah di Wamena.

Kehidupan di Wamena ternyata tak seperti yang mereka bayangkan. Litius jatuh cinta kepada wanita bernama Enda yang ternyata seorang penderita AIDS. Nicholas Saputra juga tampil di film "Cinta Dari Wamena" sebagai musisi bernama Daniel yang ditemui Litius di Jakarta.

Film yang menyuguhkan pemandangan indah Papua bertema persahabatan dan cinta ini merupakan produksi Tanakhir Films. Sempat tayang terbatas di YouTube pada April 2020 lalu, "Cinta Dari Wamena" sayangnya belum dapat dinikmati di media streaming penyedia film.

2. Nada Untuk Asa


Nada Untuk Asa
Instagram/nadauntukasa

Marsha Timothy, Acha Septriasa, Darius Sinathrya, hingga Wulan Guritno membintangi film "Nada Untuk Asa" yang dirilis pada 2015 silam. Marsha berperan sebagai Nada, wanita penderita HIV yang menjadi fokus cerita. Nada terjangkit virus HIV karena tertular oleh suaminya yang telah meninggal.

Anak Nada, Asa (diperankan Acha Septriasa), pun terjangkit virus HIV. Asa kemudian jatuh cinta pada Wisnu (diperankan Darius Sinathrya) yang merupakan pendamping pengidap AIDS. Film "Nada Untuk Asa" diharapkan bisa membuka mata masyarakat agar tidak mengucilkan Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).

3. Perempuan Punya Cerita


Perempuan Punya Cerita
kincir.com

"Perempuan Punya Cerita" terdiri dari empat film pendek yang kisahnya berfokus pada wanita. Di antaranya Cerita Pulau, Cerita Yogyakarta, Cerita Cibinong, dan Cerita Jakarta. Dalam Cerita Jakarta, seorang ibu bernama Laksmi (Susan Bachtiar) dikisahkan mengidap AIDS.

Suami Laksmi, Reno, meninggal karena overdosis narkoba. Namun orangtua Reno menuduh Laksmi menularkan virus HIV kepada sang putra. Anak Laksmi, Belinda, pun terancam akan dibawa oleh orangtua Reno. Diharapkan dengan menonton film ini, orang-orang menyadari bahwa ODHA tak sepatutnya dijauhi.

4. Unlimited Love


Unlimited Love
Twitter/FILM_Indonesia

Tiga sahabat SMA yakni Widya (Prisia Nasution), Andika (Restu Sinaga), dan Prasetyo (Dallas Pratama) menjadi fokus cerita di film "Unlimited Love". Awalnya Widya dan Prasetyo menjalin hubungan spesial. Namun Widya akhirnya menikah dengan Andika karena Prasetyo ketahuan berselingkuh.

Hubungan rumah tangga Widya dan Andika mulai goyah sejak kemunculan Prasetyo yang ternyata mengindap HIV/AIDS. Keinginan untuk menyelamatkan sahabat baik serta konflik hubungan percintaan di masa lalu dan sekarang merupakan kisah menarik untuk ditonton.

5. Mika


Mika
Instagram/indisugarmika

Velove Vexia menjadi lawan main Vino Bastian dalam film "Mika". Karena kelainan bentuk tukang belakang, Indi (Velove Vexia) menjadi seorang gadis pemurung. Saat liburan di Jakarta, Indi bertemu Mika (Vino Bastian) yang tak kenal takut.

Karena kehadiran Mika, Indi perlahan menjadi seorang gadis periang dan semangat untuk sembuh. Namun ketika orangtuanya tahu bahwa Mika mengidap AIDS, Indi diminta menjauhi. Lagi-lagi dalam film ini, penonton bisa belajar cara memperlakukan ODHA agar mereka juga bersemangat menjalani hidup.

6. Demi Sebuah Prevensi


Demi Sebuah Prevensi
Instagram/cine_space

"Demi Sebuah Prevensi" merupakan film dokumenter berdurasi 21 menit. Dengan arahan Wenda Tokomonowir, "Demi Sebuah Prevensi" mengisahkan perjuangan seorang pendeta perempuan yang mengampanyekan pentingnya kesehatan reproduksi. Termasuk salah satunya adalah sirkumsisi bagi laki-laki di Papua.

7. Ulfie Pulang Kampung


Ulfie Pulang Kampung
Instagram/cine_space

"Ulfie Pulang Kampung" juga merupakan sebuah film dokumenter berdurasi 30 menit. Film arahan Daud Sumolang dan Nazira C. Noer ini berkisah tentang Ulfie, waria asal Aceh yang memiliki usaha salon di Jakarta. Saat pulang kampung, Ulfie mendapati minimnya informasi mengenai HIV/AIDS yang bisa diakses rekan-rekan warianya.

Bahkan ibu dan keluarganya tak mengetahui apabila Ulfie positif HIV. Oleh sebab itu, ia ingin membuat perubahan. Bisakah Ulfie menghadapi tantangan keluarga dan kondisi sosial yang masih diskriminatif?

You can share this post!