Beda 180 Derajat dari Trump, Biden Wajibkan Pakai Masker Demi Lawan COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Joe Biden menjadikan pemakaian masker sebagai mandat nasional yang wajib dilaksanakan seluruh penduduk Amerika Serikat selama 100 hari pertama masa jabatannya.

WowKeren - Joe Biden akan segera memulai era pemerintahannya di Amerika Serikat pada Januari 2021 mendatang. Berbagai kebijakan strategis mulai dirumuskan sang presiden terpilih AS, termasuk yang menjadi rencana jangka pendek 100 hari kerja.

Dan seolah memenuhi berbagai prasangka publik, Biden memang mengambil langkah yang berbeda 180 derajat dari pendahulunya, Donald Trump. Sebab berbeda dengan Trump yang cenderung abai terhadap wabah COVID-19, Biden memasukkan masalah ini ke dalam prioritas kebijakannya dan berbuntut kewajiban pemakaian masker selama 100 hari pertama masa jabatannya.

"Di hari pertama saya dilantik, saya akan meminta 100 hari kepada warga untuk mengenakan masker. Hanya 100 hari untuk mengenakannya-tidak selamanya, hanya 100 hari," kata Biden ketika diwawancara CNN, dilansir pada Jumat (4/12). "Dan saya pikir kita akan melihat penurunan yang signifikan pada (penyebaran) virus tersebut."


Bukan cuma itu, Biden pun condong lebih "menghargai" pakar kesehatan AS Dr Anthony Fauci. Kader Partai Demokrat itu menunjuk Fauci untuk menjadi kepala penasihat medis bersama tim yang telah dibentuk Biden sebelumnya.

"Saya meminta dia (Fauci) untuk tetap berada di pemerintahan sesuai peran yang sama yang telah ia tekuni bersama beberapa presiden terdahulu," terang Biden, merujuk pada jabatan Fauci sebagai Direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular. "Saya juga meminta dia menjadi kepala penasihat medis untuk bekerja dan menjadi bagian dari tim COVID yang telah kami bentuk."

Biden makin menunjukkan keseriusannya dalam menyelesaikan wabah COVID-19 dengan bersedia menjadi relawan vaksinasi. Ia siap melakukannya demi membangun kembali kepercayaan publik sebelum vaksinasi massal digelar.

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh tiga mantan presiden AS, yakni Barack Obama, Bill Clinton, dan George W Bush. Semua langkah ini ditempuh demi menekan angka penyebaran virus Corona di negeri Paman Sam yang kian mencemaskan beberapa waktu belakangan, yakni mencapai lebih dari 10 juta kasus infeksi dengan hampir 300 ribu kematian.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts